19 March 2026

Get In Touch

Kepadatan Lalin di Kota Malang Dipicu Aktivitas Belanja Jelang Lebaran

Ilustrasi: Petugas Dishub Kota Malang bersiap melakukan rekayasa arus lalu lintas. (dok. Dishub Kota Malang)
Ilustrasi: Petugas Dishub Kota Malang bersiap melakukan rekayasa arus lalu lintas. (dok. Dishub Kota Malang)

MALANG (Lentera) - Kepadatan arus lalu lintas di Kota Malang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi hingga Rabu (18/3/2026) bukan dipicu oleh arus mudik, melainkan meningkatnya aktivitas masyarakat khususnya belanja kebutuhan menjelang Lebaran dan kunjungan ke pusat kuliner selama Ramadan.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik perbelanjaan di pusat kota guna mengurai kemacetan sejak Minggu (15/3/2026).

"Sesuai dengan prediksi kami, karena sejak beberapa hari lalu kepadatan sudah terlihat bukan karena arus mudik. Melainkan, karena aktivitas warga yang meningkat di pusat perbelanjaan sehingga diterpkan rekayasa," Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Rabu (18/3/2026).

Namun demikian, Widjaja menyatakan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat insidentil dan situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Menurut pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini, kepadatan kerap terjadi akibat pertemuan arus kendaraan dari beberapa simpang, khususnya dari arah Jalan MGR Sugiyopranoto menuju Jalan Merdeka Timur. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya mobilitas warga yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Sebagai langkah antisipasi, Jaya mengaku pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik. Salah satunya di persimpangan Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Mal Ramayana.

"Arus dari Jalan Majapahit kami alihkan lurus melewati depan Gereja Kayutangan dan diarahkan ke Jalan Merdeka Utara," jelasnya.

Pengalihan arus tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan yang dapat meluas hingga kawasan Balai Kota Malang di Jalan Tugu, yang merupakan salah satu simpul lalu lintas utama di pusat kota.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, lanjutnya, kepadatan lalu lintas paling sering terjadi pada sore hingga malam hari, yakni mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.

Selain aktivitas belanja, lonjakan kendaraan juga dipicu oleh pergerakan warga menuju kawasan kuliner untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama. Hal ini menjadikan pusat kota sebagai magnet mobilitas selama Ramadan.

"Namun rekayasa lalin ini bersifat kondisional. Jika arus sudah kembali landai, maka akan kami normalisasi kembali," katanya.

Lebih lanjut, Dishub juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa serupa di ruas jalan penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang maupun Kota Batu. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan mobilitas antarwilayah.

"Kami juga bersiaga menghadapi anomali kepadatan karena libur Nyepi ini berpotensi mengalihkan wisatawan dengan tujuan Bali ke Malang Raya," tuturnya.

Sementara itu, dari sisi kepolisian, kondisi arus lalu lintas di jalur tol wilayah Kabupaten Malang masih terpantau normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti pola arus mudik Lebaran.

Kepala Unit Turjawali Polres Malang, Iptu Andi Agung menyebut volume kendaraan yang melintas di tiga gerbang tol, yakni Pakis, Lawang, dan Singosari, masih berada dalam batas wajar sejak diberlakukannya Operasi Ketupat Semeru pada 13 Maret 2026 hingga Selasa (17/3/2026).

"Pergerakan kendaraan didominasi warga Malang Raya yang melakukan aktivitas seperti bekerja, berbelanja, hingga kegiatan kuliner menuju ke arah Kota Malang," ungkap Andi.

Untuk arus lalu lintas menuju Kota Batu, kondisi justru terpantau relatif lancar, bahkan sempat lebih sepi dibandingkan hari biasa. Sebaliknya, arus kendaraan yang mengarah ke Kota Malang mengalami peningkatan, terutama pada sore hari. 

Peningkatan tersebut terjadi dari berbagai arah, baik dari utara maupun dari wilayah selatan seperti Kepanjen. "Peningkatan biasanya terjadi di atas pukul 16.00 WIB, hampir semua arus mengarah ke Kota Malang," pungkas Andi. 


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.