JOMBANG (Lentera) - Sebuah ledakan diduga bersumber dari bahan peledak yang sedang dirakit menjadi petasan, mengguncang Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang, Jumat (13/3/2026) malam.
Akibat ledakan tersebut lima remaja menderita luka bakar serius di sekujur tubuh. Kelimanya langsung dilarikan ke RSUD Jombang.
Para korban masing-masing inisial BR (15), MZT (15), ARA (18), dan WFR (17), keempatnya merupakan warga Desa Pucangro serta satu lagi inisial KB (17), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah laporan diterima.
”Seluruh korban saat ini sudah berada dalam penanganan medis di RSUD Jombang karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar AKP Dimas, Sabtu (14/03/26).
Dijelaskan, kejadian bermula ketika Jumat (13/03/26) malam, sekitar pukul 23.30 WIB kelima korban sedang merakit petasan di teras rumah milik seorang warga berinisial LA.
Diduga karena teledor, di tengah meracik tersebut, tetiba terjadi percikan api, dan kemudian terjadi ledakan sangat kuat.
Kekuatan ledakan tidak hanya melukai para remaja tersebut, tetapi juga merusak struktur bangunan rumah milik LA. Kerusakan terjadi pada bagian atap asbes yang hancur serta kaca jendela yang pecah berantakan.
Sebelum petugas tiba, warga sekitar sempat melakukan upaya pemadaman mandiri dengan menyiram air ke lokasi ledakan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya sisa api yang bisa memicu ledakan susulan dari bahan petasan yang belum terpicu.
Dalam penyisiran di lokasi yang kini telah dipasang garis polisi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas perakitan petasan.
Di antaranya, palu besi, gunting, batang besi, dan sendok. Selongsong petasan dan korek api, tikar serta potongan kain yang hangus terbakar.
”Kami masih mendalami penyebab pasti ledakan ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti yang ada di lokasi,” tutup AKP Dimas. (*)
Reporter : Sutono Abdillah
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
