14 March 2026

Get In Touch

Nyepi 2026, Penyeberangan Jawa-Bali dan Bali-Lombok Dihentikan Sementara

Nyepi 2026, Penyeberangan Jawa-Bali dan Bali-Lombok Dihentikan Sementara

JEMBRANA (Lentera) – Layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Bali–Lombok akan dihentikan sementara, selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali. 

Kebijakan ini dilakukan, sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian bagi umat Hindu. Penghentian sementara operasional penyeberangan dilakukan, berdasarkan surat pengaturan operasional dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, terkait penyesuaian layanan transportasi saat Hari Raya Nyepi. 

Berdasarkan pengaturan tersebut, operasional penyeberangan akan dihentikan sementara di beberapa pelabuhan utama. 

Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, layanan penyeberangan ditutup mulai Selasa (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Kamis (20/3/2026) pukul 06.00 WIB. 

Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, penghentian operasional berlaku mulai Rabu (19/3/2026) pukul 05.00 WITA hingga Kamis (20/3/2026) pukul 06.00 WITA. 

Untuk lintasan Bali–Lombok, operasional di Pelabuhan Lembar dihentikan mulai Selasa (18/3/2026) pukul 21.00 WITA hingga Kamis (20/3/2026) pukul 01.30 WITA. 

Sedangkan di Pelabuhan Padangbai, layanan penyeberangan ditutup mulai Rabu (19/3/2026) pukul 04.00 WITA hingga Kamis (20/3/2026) pukul 11.30 WITA. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan menjelaskan, penyesuaian operasional penyeberangan tersebut juga mempertimbangkan momentum Hari Raya Nyepi, yang berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026. 

Menurutnya, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan sehingga Pemerintah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas selama periode 13–29 Maret 2026. 

“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan, dalam keterangan yang diterima Kompas.com dikutip, Jumat (13/3/2026). 

Pengaturan tersebut antara lain dilakukan, dengan mengoptimalkan Dermaga Moveable Bridge (MB) dan Landing Craft Machine (LCM) di lintasan Ketapang–Gilimanuk. 

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan rute alternatif melalui Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas serta Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.