05 March 2026

Get In Touch

Ilmuwan Temukan Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi di Zona Rawan Gempa

Ilmuwan Temukan Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi di Zona Rawan Gempa

SURABAYA ( LENTERA ) - Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan adanya patahan bumi raksasa yang sebelumnya tersembunyi di salah satu titik rawan gempa utama di dunia,tepatnya di persimpangan tiga lempeng tektonik besar di lepas pantai utara California. Penemuan ini dilaporkan berdasarkan studi terbaru yang memodelkan data gempa kecil dan getaran berfrekuensi rendah terekam oleh jaringan seismometer di seluruh wilayah Pasifik Barat Laut, yang menunjukkan struktur geologi di bawah sana jauh lebih kompleks daripada gambaran yang ada saat ini. 

Dalam kajian yang dipublikasikan awal tahun ini, para ahli menggabungkan data dari ribuan getaran kecil yang dicatat oleh seismometer di kawasan Pasifik Barat Laut dengan pemodelan tekanan bawah tanah yang sensitif terhadap gaya pasang surut. Hasilnya memperlihatkan bahwa persimpangan yang dikenal sebagai Mendocino Triple Junction, tempat bertemunya Lempeng Amerika Utara, Lempeng Gorda, dan Lempeng Pasifik, sejatinya melibatkan lima unit lempeng yang bergerak, bukan tiga seperti yang selama ini diasumsikan. Dua unit tambahan itu mencakup fragmen batuan tua yang selama puluhan juta tahun terseret dan kini turut memengaruhi dinamika tektonik di kedalaman. 

Para peneliti menemukan bahwa sebagian Lempeng Amerika Utara telah lepas dan tertarik ke bawah bersama Lempeng Gorda (bagian dari lempeng Juan de Fuca) ke dalam mantel Bumi, serta mengonfirmasi keberadaan fragmen Pioneer, bongkahan batuan lebih tua yang sebelumnya hanya dihipotesiskan. Temuan ini mengubah pemahaman tentang bagaimana lempeng tektonik berinteraksi di salah satu zona gempa aktif dunia. 

Struktur patahan yang lebih dangkal dan kompleks dari sebelumnya berarti bahwa model prediksi gempa besar, termasuk distribusi dan kedalaman asal gempa, perlu direvisi. Jejak gempa besar di masa lalu, seperti gempa berkekuatan 7,2 yang pernah mengguncang California pada 1992, menunjukkan titik asal yang lebih dangkal dari perkiraan model tradisional, sebuah bukti nyata bahwa interpretasi sebelumnya belum lengkap. 

Tim peneliti yang berasal dari beberapa lembaga riset di Amerika Serikat menggunakan jaringan luas seismometer untuk menangkap getaran tanah halus dari gempa yang terlalu kecil untuk dirasakan manusia. Mereka kemudian memodelkan respons batuan terhadap tekanan pasang surut harian untuk memetakan struktur bawah tanah. Metode ini memberikan pandangan baru tentang konfigurasi patahan yang sebelumnya tidak terdeteksi. 

Penelitian ini diumumkan pada akhir Januari 2026 dan berfokus di wilayah Mendocino Triple Junction, perairan lepas pantai utara California, salah satu titik lempeng tektonik yang paling aktif di sepanjang Cincin Api Pasifik, jalur global yang terkenal dengan aktivitas gempa dan letusan gunung berapi. 

Pakar geologi seismik mengatakan bahwa penemuan ini bukan semata perluasan peta patahan, tetapi juga kunci untuk meningkatkan akurasi peringatan dini gempa dan mitigasi risiko bencana. Dengan model baru yang melibatkan struktur patahan yang lebih kompleks, pengambil kebijakan dan ilmuwan berharap dapat merancang strategi kesiapsiagaan yang lebih tepat bagi masyarakat yang hidup di zona risiko tinggi. 

Secara keseluruhan, penemuan patahan bumi raksasa yang tersembunyi ini mempertegas bahwa permukaan Bumi masih menyimpan banyak rahasia geologi yang penting untuk dipahami, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi memicu gempa besar dan berdampak luas pada kehidupan manusia dan infrastruktur. (Nabilla – Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini).

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.