02 March 2026

Get In Touch

BI Rilis Hasil Survei Konsumen di Kota Malang, Berikut Ini Rinciannya

Ilustrasi: Warga Kota Malang memanfaatkan gelaran jobfair yang dilaksanakan oleh Pemkot. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Warga Kota Malang memanfaatkan gelaran jobfair yang dilaksanakan oleh Pemkot. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang merilis hasil Survei Konsumen Februari 2026. Salah satu hasil, opotimisme masyarakat terhadap peluang kerja dan kegiatan usaha di Kota Malang terpantau tinggi

Kondisi ini sejalan dengan tingginya target investasi daerah yang diklaim akan berdampak langsung pada peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Februari 2026 tercatat sebesar 147,3, meskipun sedikit termoderasi atau menurun tipis dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 152,2," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, Senin (2/3/2026).

Dikatakannya, angka tersebut masih berada pada level optimistis karena berada jauh di atas ambang indeks 100 (indeks>100). Hal ini, menurut Indra menandakan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah.

Untuk 6 bulan ke depan, Indra menyebut optimisme konsumen bahkan tercatat lebih tinggi. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2026 mencapai 158,3.

Indeks ekspektasi lapangan kerja sebesar 155,5, indeks ekspektasi penghasilan 157,0, serta indeks ekspektasi kegiatan usaha mencapai 162,5.

Seluruh komponen tersebut berada jauh di atas ambang optimistis (indeks >100), yang mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap membaiknya peluang kerja dan aktivitas ekonomi di Kota Malang.

Indra menjelaskan, kondisi tersebut ditopang oleh stabilitas makroekonomi, inflasi yang terjaga, serta aktivitas ekonomi regional yang terus bergerak positif. Tingginya mobilitas masyarakat dan berlanjutnya proyek pembangunan juga menjadi faktor pendukung meningkatnya optimisme warga.

Terpisah, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menilai peningkatan investasi daerah turut mendorong terbukanya lapangan kerja baru. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan realisasi investasi berbanding lurus dengan peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kota Malang tercatat sebesar Rp3,11 triliun. Dari angka tersebut, sebanyak 11.307 warga ber-KTP Kota Malang terserap di berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga usaha skala besar.

"Semakin tinggi investasi yang terealisasi, maka semakin besar pula peluang kerja yang terbuka bagi warga kita. Berdasarkan laporan satu data investasi, sudah mampu menyerap tenaga kerja Kota Malang sejumlah 11.307 orang," ujar Arif.

Ditambahkannya, peningkatan penanaman modal tersebut turut berdampak pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, TPT pada 2025 berada di angka 5,69 persen, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 6,1 persen.

Untuk 2026, Pemkot Malang menargetkan realisasi investasi sebesar Rp3,4 triliun. Target tersebut diharapkan mampu memperluas peluang kerja. Sekaligus menjaga tren penurunan angka pengangguran di Kota Malang, sehingga optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja tetap terjaga sepanjang tahun ini.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.