01 March 2026

Get In Touch

Empat Desa di Madiun Terendam, BPBD Imbau Warga Waspada Banjir Susulan

Jalan desa di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, terendam banjir setinggi 20–50 sentimeter akibat hujan deras, Senin (23/2/2026).
Jalan desa di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, terendam banjir setinggi 20–50 sentimeter akibat hujan deras, Senin (23/2/2026).

MADIUN (Lentera) -Empat desa Kecamatan Balerejo, Madiun dilaporkan terdampak, dengan genangan air merendam lahan pertanian hingga mencapai ketinggian 1,5 meter, menyusul hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (22/2/2026). Air meluap dari aliran sungai dan menggenangi area persawahan serta sejumlah ruas jalan desa, sehingga aktivitas petani dan mobilitas warga terganggu.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melakukan monitoring dan pemantauan di lokasi sejak Senin (23/2/2026) siang.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi. Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai agar aliran air tidak tersumbat dan memicu banjir lebih parah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, karena dapat mempercepat luapan air saat hujan deras,” pungkasnya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Madiun, Fajar Lumaksono, mengatakan wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Warurejo, Desa Babadan, Dusun Kasreman di Desa Balerejo, dan Dusun Blawong di Desa Gading.

“Wilayah di Kecamatan Balerejo paling terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak sore hingga malam hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hujan yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke area persawahan dan jalan desa.

Meski demikian, genangan air belum sampai masuk ke permukiman warga. Namun, dampak paling terasa terjadi pada sektor pertanian.

“Dampak belum sampai ke rumah warga, tetapi lahan pertanian banyak yang terendam,” jelasnya.

BPBD mencatat ketinggian air di area persawahan mencapai sekitar 1,5 meter. Sementara genangan di jalan desa berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.

Saat ini, petugas masih melakukan asesmen lapangan untuk mendata luas area terdampak dan potensi kerugian akibat banjir tersebut.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.