22 February 2026

Get In Touch

Belum Genap Dua Bulan, 1.041 Hectare Hutan di Riau Terbakar

Ilustrasi Karhutla di Riau. (Antara)
Ilustrasi Karhutla di Riau. (Antara)

 

SURABAYA (Lentera) - Sejak awal 2026 atau kurang belum genap dua bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut telah mencapai 1.041,74 hectare.

"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, dikutip dari Antara, Sabtu (21/2/2026).

Dia menyampaikan dari total luasan itu, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan angka kebakaran tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya, berdasarkan laporan hingga Kamis (19/2/2026).

Gafur merinci luasan lahan terbakar di Riau mulai dari yang terluas, yakni Kabupaten Pelalawan 612,30 hectare, Kemudian, Bengkalis 201,01 hectare, Inderagiri Hilir 64,70 hectare, Siak 63,53 hectare, Dumai 30,52 hectare, Kampar 29,50 hectare.

Selanjutnya, juga terjadi karhutla di Kota Pekanbaru seluas 14,08 hectare, Kabupaten Kepulauan Meranti 13,14 hectare, Rokan Hilir 10 hectare, Kuantan Singingi 1,5 hectare, dan Indragiri Hulu 1,2 hectare. Hanya Kabupaten Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.

"Kabupaten Pelalawan mendominasi dengan lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh provinsi," ujarnya.

Gafur juga mencatat selama tahun 2026, ada 1.849 titik panas yang terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Dari jumlah itu 128 diantaranya adalah titik api.

Tim gabungan, lanjutnya, terus melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di lapangan baik itu melalui jalur darat maupun udara. Selain itu, pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.

"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam (NaCl) untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir," ujarnya. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.