22 February 2026

Get In Touch

Ramadhan dalam Sebuah Ruangan

30 anak Taman Pendidikan Al Quran dan murid Madrasah Diniyah Al Muslimun Surabaya bersiap buka puasa, Sabtu (21/2/2026)
30 anak Taman Pendidikan Al Quran dan murid Madrasah Diniyah Al Muslimun Surabaya bersiap buka puasa, Sabtu (21/2/2026)

SURABAYA (Lentera) -Puasa Ramadhan tiba. Tergambarlah sebuah ruangan besar dengan keramaian di dalarnnya.

Gambar perjalanan riuh dengan figur-figur yang tengah berarak-arakan menjalani ibadah di Bulan Suci. Ruangan besar dengan banyak pintu dan jendela terbuka lebar.

Tampak wajah-wajah bahagia yang tergambar dalam susasana gembira. Wajah semingrah mengejar pahala yang disediakan oleh Allah

Bulan Ramadhan, bagi umat Islam, adalah salah satu alamat dan tempat untuk meningkatkan ketakwaan

Selama bulan Ramadhan 1447 H, pengurus Masjid Al Muslimun Rungkut Barata, Surabaya menyusun sejumlah program.

Hal itu disampaikan jauh hari, terumata pada saat Shalat Jumat, yakni: menyelenggarakan Shalat Tarawih. Menyediakan makanan untuk takjil dan makanan berupa nasi untuk berbuka.

Pengurus yayasan memberikan santunan kepada 25 Anak Yatim pada setiap hari Ahad sore menjelang saat berbuka, bekerjasama dengan Pengajian Wanita Rungkut Barata (PEWIRTA).

Usai shalat Tarawih ada kegiatan Tadarus atau membaca Al Quran. Kemudian iktikaf disertai makan sahur bersama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Total dana yang dibutuhkan untuk buka puasa dan sahur 10 hari terakhir yang terdata pada tahun lalu (2025) besarnya mencapai Rp100.250.000. Tahun 2026 kebutuhan itu bisa lebih

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya dana tersebut diperoleh dari para donatur.

Yang pertama dan paling dekat, tentu keluarga Rukun Warga (RW) di Rungkut Barata. Ada 7 Rukun Tetangga (RT) di dalamnya. Masing-masing RT memiliki kordinator.

Kedua, donatur luar, yakni para jamaah yang melakukan aktivitas ibadah di masjid Al Muslimun.

Ramadhan adalah bulan istimewa. Setiap Muslim diajak untuk banyak beribadah dan melakukan kebaikan.

Salah satu bentuk ibadah atau kebaikan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah banyak melakukan sedekah, zakat, dan wakaf.

 Ibu-ibu Pengajian Wanita Rungkut Barata mempersiapkan buka puasa Ramadhan, Sabtu (21/2/2026)
Ibu-ibu Pengajian Wanita Rungkut Barata mempersiapkan buka puasa Ramadhan, Sabtu (21/2/2026)

Berbagai bentuk kedermawanan yang dianjurkan di bulan Ramadhan antara lain memberikan makanan untuk berbuka kepada keluarga miskin, bersedekah untuk anak yatim.

Menurut catatan Biro Zakat Yayasan Al Muslimun, perolehan Zakat Fitrah, Zakat Maal, infaq, sodaqoh dan fidiyah pada 1446H 2025 M melipti:

Zakat Fitrah berupa uang Rp33.712.000 (688 sak tiga kiloan) atau setara dengan 2.064 kg  beras. Zakat berupa beras 656 kg. Perolehan zakat fitrah berupa uang dan beras sebanyak 2.720 Kg  atau  2 Ton 720 kg beras

Zakat maal Rp43.159.295. Infaq dan sodaqoh Rp5.010.000 dan fidyah Rp6.955.000.

Radar sosial pribadi

Praktisi Lembaga Filantropi, Ahmad Juwaini menyebutkan, radar sosial adalah kesadaran dan kewaspadaan yang dimiliki individu atau kelompok masyarakat untuk peduli dan menolong terhadap mereka yang membutuhkan atau kekurangan.

Jamaah Masjid Al Muslimun Rungkut Barata Surabaya menjelang buka puasa, Sabtu (21/2/2026)
Jamaah Masjid Al Muslimun Rungkut Barata Surabaya menjelang buka puasa, Sabtu (21/2/2026)

Merujuk Goleman (ahli psikologi internasional), radar sosial adalah bagian dari kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang. Faktor utama dari radar sosial adalah empati dan keterpanggilan untuk menolong orang lain.

Pribadi yang terbentuk radar sosial di dalam dirinya akan menampilkan rasa iba melihat mereka yang menderita dan memunculkan keinginan untuk membantu.

Radar sosial akan memunculkan pemahaman mendalam atas penderitaan yang dialami orang lain dan keinginan untuk segera mengurangi penderitaan tersebut.

Radar sosial melahirkan dorongan melakukan deteksi awal terhadap potensi terjadinya kesulitan atau penderitaan yang dialami orang lain sehingga memunculkan dorongan untuk membantu.

Pribadi yang memiliki radar sosial akan sensitif melihat ekspresi wajah, gerakan tangan, dan bahasa tubuh lainnya yang menyiratkan pesan bahwa orang lain perlu dibantu.

Radar Sosial Masyarakat

Dalam konteks masyarakat, radar sosial tidak cukup diserahkan kepada individu-individu yang baik hati tetapi harus diwujudkan dalam suatu infrastruktur sosial.

Di lingkungan masyarakat Indonesia radar sosial itu harus direpresentasikan oleh organ Rukun Tetangga (RT) dan entitas keagamaan paling dekat ke masyarakat yaitu masjid (rumah ibadah).

Jadi RT dan masjid adalah representasi masyarakat untuk mendeteksi dan mengatasi masalah sosial yang paling duluan. Mereka harus senantiasa memperhatikan warga atau jamaahnya.

Apabila ada warganya atau jamaahnya kesulitan memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar, RT atau masjid adalah pihak pertama yang harus segera memberikan respons penanganan atau memberikan bantuan.

Apabila ada orang yang benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, dia harus pergi ke RT atau masjid terdekat.

Sehingga tidak ada lagi warga atau jamaah, hanya karena tak ada uang untuk makan, beli alat tulis, atau keperluan pokok lainnya, bunuh diri.

Setiap warga dan jamaah harus tahu ada tempat untuk meminta pertolongan untuk alasan keperluan pokok atau mendesak yaitu ke RT atau masjid.

Di sinilah pentingnya RT dan masjid punya dana sosial cadangan yang dikelola. Dana sosial ini minimal diperlukan untuk mengatasi keperluan darurat warga atau jamaah.

Pada akhirnya, puasa di ulan Ramadhan bukan hanya ritual tahunan, melainkan latihan untuk menjadi manusia yang lebih utuh.

Ia mengajak kita membersihkan niat, memperhalus akhlak, dan menata kembali arah hidup.

Karena itu yang paling berharga dari puasa bukanlah apa yang ditahan, melainkan siapa diri kita setelah melaluinya (*)

Arifin BH, Pemimpn Redaksi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.