01 March 2026

Get In Touch

Candaan Emil Bergabung ke Golkar, Demokrat Jatim: Justru Indikasi Koalisi dan Figur Strategis

Kepala Bakomstra Demokrat Jatim sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Arbayanto
Kepala Bakomstra Demokrat Jatim sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Arbayanto

SURABAYA (Lentera) — Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan tidak ada tanda-tanda Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak akan meninggalkan partainya, meski muncul candaan politik dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang mengajak bergabung ke Golkar.

Kepala Bakomstra Demokrat Jatim, Muhammad Arbayanto menilai pernyataan tersebut lebih mencerminkan kedekatan komunikasi antar-elite, dibanding sinyal perpindahan politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang.

Ia menyebut, relasi personal yang hangat justru menjadi indikator terbukanya ruang koalisi pada Pilgub mendatang.

“Fenomena ini menunjukkan Mas Emil adalah figur strategis. Bukan hanya Golkar, tetapi banyak partai tentu membangun komunikasi karena melihat peluang kepemimpinan ke depan di Jawa Timur,” ungkap Arbayanto, Kamis (19/02/2026).

Menurut politisi yang juga Anggota DPRD Jatim tersebut, hingga kini peta kandidat masih cair. Belum munculnya figur resmi dari Golkar membuat nama Emil tetap berada dalam radar kuat bursa calon gubernur maupun calon wakil gubernur. Popularitas Emil di tingkat daerah dinilai menjadi alasan banyak partai menjalin komunikasi politik lebih awal.

Meski demikian, ia menegaskan, wacana perpindahan partai belum relevan dalam konteks Pilgub. Arbayanto mengingatkan bahwa Emil pernah menyebut Demokrat sebagai partai pertama dalam perjalanan politiknya, bahkan berpotensi menjadi yang terakhir.

Lebih lanjut, Arbayanto menilai, kontestasi gubernur mendatang akan lebih ditentukan oleh kesamaan platform pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dibanding isu perpindahan kader. Menurutnya, koalisi lintas partai lebih realistis dibanding spekulasi hijrah politik individu.

“Yang terpenting bagaimana kepemimpinan di Jawa Timur ke depan mampu menghadirkan pembangunan berkelanjutan. Soal partai, itu bagian dari strategi politik yang akan menemukan momentumnya sendiri menjelang pendaftaran,” katanya.

Ia menambahkan, candaan politik yang berkembang saat ini menunjukkan kompetisi masih berada pada tahap awal dan ruang komunikasi antar-elite tetap terbuka.

“Kembali lagi, ini soal candaan khas Pak Bahlil. Tidak ada persoalan besar yang membuat Mas Emil harus pindah partai,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.