15 February 2026

Get In Touch

Lonjakan Harga Cabai Disorot Pusat, Pemkot Malang Bahas Pengaktifan Warung Tekan Inflasi

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (13/2/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (13/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Melonjaknya harga cabai di Kota Malang mendapat sorotan dari pemerintah pusat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan akan membahas pengaktifan kembali Warung Tekan Inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut, di gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) harga cabai rawit dijual Rp75 ribu per kilogram yang dipasok langsung dari petani Kelurahan Merjosari. Namun di pasaran, seperti di Pasar Oro-oro Dowo, harga cabai sudah menyentuh Rp90 ribu per kilogram.

"Kami melihat sendiri di sini Rp75 ribu, tapi di pasar sudah Rp90 ribu. Ini yang menjadi perhatian kami," ujar Wahyu, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, perbedaan harga tersebut menjadi indikator adanya persoalan pasokan cabai. Yang perlu segera dibahas bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Malang.

Dalam waktu dekat, Wahyu menyebut akan menggelar rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk membahas langkah pengendalian harga, termasuk kemungkinan kembali mengaktifkan Warung Tekan Inflasi di sejumlah pasar.

Dijelaskannya, harga cabai yang tinggi di Kota Malang dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat. Ia mengaitkan hal tersebut dengan karakteristik Kota Malang yang dikenal dengan ragam kuliner bercita rasa pedas.

"Permintaannya sangat tinggi karena budaya makan pedas di Kota Malang. Tapi lahan tanam cabai di dalam kota sangat terbatas, sehingga kita sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah," jelasnya.

Kondisi ketergantungan pasokan dari luar daerah inilah, lanjutnya, yang membuat harga cabai relatif mudah melonjak ketika stok terbatas sementara permintaan tetap tinggi. Fenomena ini menurutnya bahkan turut menjadi sorotan Badan Pangan Nasional.

Pemkot Malang berharap, sebelum Ramadan tiba, harga cabai dapat kembali lebih landai sehingga daya beli masyarakat terhadap bahan pokok lebih terjangkau.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan GPM dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari Perumda Tugu Aneka Usaha Kota Malang, Perum Bulog, ID Food, kelompok tani, peternak, kelompok budidaya ikan, hingga pelaku UMKM.

Adapun komoditas yang disediakan dalam GPM antara lain beras sebanyak 3,5 ton, Minyakita 3.600 liter, minyak goreng premium 378 liter, telur ayam 100 kilogram, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 50 kilogram, gula 500 kilogram, cabai rawit dan cabai merah besar 25 kilogram, bawang merah 100 kilogram, serta bawang putih 50 kilogram. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

 

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.