SURABAYA (Lentera) - Warga di Raub sebuah kota kecil di Pahang, Malaysia menjadi jutawan karena buah durian. Kota ini menjadi penghasil durian Musang King yang dikenal sebagai 'raja durian'. Harganya juga terus melangit, bahkan masyarakat menyamakannya dengan tas Hermes.
Julukan 'Hermes-nya durian' karena tingginya Harga durian tersebut karena tingginya permintaan dari China.
Dulunya, Raub merupakan kota tambang emas. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Raub telah menjadi salah satu dari banyak kota di Asia Tenggara yang dianggap memproduksi durian terbaik.
Kini, banyak turis China yang berbondong-bondong mengunjungi kawasan pedesaan di Malaysia untuk mencicipi durian. Mereka antusias menyantap hidangan durian dengan berbagai rasa, mulai dari rasa pahit hingga yang hampir menyerupai alkohol.
"Sekarang ini, semakin banyak pelanggan yang datang ke toko dan bertanya, 'apakah ada yang pahit?'," ujar Xu Xin, penjual durian di Raub melansir cnnindonesia Minggu (18/1/2026).
Permintaan yang tinggi ini membuat para petani durian menjadi jutawan. Lu Yee Thing, misalnya, yang menjadi jutawan di usia 72 tahun.
Yee Thing bangun pagi setiap harinya untuk memanen buah durian. Durian terbaik dari hasil panennya biasanya diekspor ke China.
Melansir Malay Mail, pada tahun 2024 saja, China mengimpor durian senilai US$27 miliar.
"Bahkan, jika hanya 2 persen orang China ingin membeli durian, itu sudah lebih dari cukup untuk bisnis," ujar Manajer Pabrik Fresco Green, Chee Seng Wong. Fresco Green merupakan eksportir utama durian di Raub.
Menurut Seng Wong, dulunya masyarakat Raub sempat menebang pohon-pohon durian demi menanam kelapa sawit. Tapi kini, durian kembali menjadi komoditas utama di kota tersebut.
Durian memang telah menemukan basis penggemar yang terus berkembang di China. Di sana, durian berubah dari hadiah yang eksotis menjadi simbol status di media sosial.
China menjadi pengimpor durian utama di Malaysia. Durian Musang King asal Malaysia bisa dijual seharga US$14 hingga US$100 (sekitar Rp236 ribu - Rp1,7 juta) tergantung kualitasnya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
