SURABAYA (Lentera) - Pura-pura kerja ternyata pernah terjadi pada puluhan karyawan Bank Wells Fargo beberapa waktu lalu. Mereka diketahui menggunakan keyboard palsu supaya terlihat seperti bekerja. Atas tindakan tersebut, Wells Fargo langsung memecat semua pekerja yang ketahuan menggunakan simulasi aktivitas keyboard.
"Setelah meninjau tuduhan yang melibatkan simulasi aktivitas keyboard yang menciptakan kesan kerja yang aktif," kata perusahaan pada pengajuan ke Otoritas Regulasi Industri Keuangan (FINRA) soal alasan pemecatan dilansir dari Quartz, mengutip cnbcindonesia, Sabtu (17/1/2026).
Juru bicara Wells Fargo menjelaskan pihak bank tak bisa menoleransi perilaku tersebut. "Wells Fargo memiliki standar tinggi untuk karyawan dan tidak menoleransi perilaku tidak etis," ucapnya.
Tindakan curang para karyawan tersebut menggunakan alat keyboard palsu disebut mouse jigglers. Alat tersebut membuat mouse seperti bergerak dan komputer tetap terjaga.
Mereka yang menggunakan alat ini membuat komputer juga tidak berubah menjadi mode tidur, meskipun tidak menggunakannya.
Ternyata alat mirip mouse jigglers banyak di pasaran. Bahkan produk-produk itu sangat populer digunakan sejumlah para pekerja di dunia melakukan kerja jarak jauh saat pandemi Covid-19.
Sebab alat ini membuat para pegawai bisa berpura-pura pekerjaan tanpa diawasi bos secara langsung seperti saat bekerja di kantor.
Dalam beberapa kesempatan, sistem bekerja jarak jauh atau dikenal sebagai work from home (WFH) memang jadi perdebatan. Banyak yang khawatir soal keterlibatan karyawan yang melakukan WFH.
State the Global Workplace dari Gallup juga mengungkapkan hal serupa. Laporan itu mencatat 62% pekerja seluruh dunia tidak terlibat dalam pekerjaannya.
Sebanyak 15% disebut tidak terlibat secara aktif. Mereka menjelaskan dirinya memiliki manajer atau pekerjaan yang buruk dan aktif mencari yang baru. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
