SURABAYA (Lentera)– Permintaan darah golongan O dalam dua pekan terakhir melonjak dan membuat stok Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya cepat terserap. Permitaan tersebut dari rumah sakit dan khususnya rumah sakit rujukan.
Kepala Bagian Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya dr Wandai Rasoetedja mengatakan permintaan darah golongan O meningkat signifikan dan sulit diprediksi. “Sekitar dua minggu terakhir memang permintaan darah cukup tinggi, terutama golongan O. Stok sempat kritis, tapi alhamdulillah bisa terlewati,” kata dr Wandai, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi kritis terjadi ketika permintaan darah dari rumah sakit terus masuk, sementara stok yang tersedia tidak dapat langsung memenuhi seluruh kebutuhan secara bersamaan.
Berdasarkan data PMI Surabaya, permintaan darah terbesar berasal dari RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur. Sementara itu, stok darah golongan lain seperti A, B, dan AB masih dalam kondisi aman.
“Golongan darah lain alhamdulillah masih tercukupi. Yang paling terasa memang golongan O,” ungkapnya.
Menurutnya, fluktuasi permintaan darah memang tidak dapat diprediksi. Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan darah golongan O meningkat tanpa pola tertentu.
“Kita tidak bisa memprediksi fenomenanya. Pernah juga kejadian darah A atau B yang banyak dicari. Kali ini justru O yang paling tinggi permintaannya,” katanya.
Saat ini, total stok darah PMI Surabaya berada di kisaran 300 kantong untuk seluruh golongan darah. Namun, khusus darah golongan O, jumlahnya masih terbatas, yakni sekitar 20 hingga 25 kantong.
“Untuk darah O, stoknya sekitar 20 sampai 25 kantong. Bisa dibilang masih kritis, tapi tetap tersedia,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekosongan stok, PMI Surabaya terus mengintensifkan sosialisasi dan ajakan donor darah kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui media sosial, woro-woro publik, serta menjalin komunikasi dengan berbagai instansi.
“Kami terus menginformasikan kegiatan donor darah, baik lewat media sosial maupun menghubungi instansi-instansi agar menggelar donor darah,” tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
