15 January 2026

Get In Touch

Menembus Banjir Demi Sekolah: Anggota Polres Lamongan Gendong Harapan Anak-anak Desa Tiwet

Anggota Polres Lamongan menggendong anak-anak di Desa Tiwet ke truk dinas yang mengatarkan mereka ke sekolah. (ist)
Anggota Polres Lamongan menggendong anak-anak di Desa Tiwet ke truk dinas yang mengatarkan mereka ke sekolah. (ist)

LAMONGAN (Lentera) - Pagi itu, Rabu (15/1/2026), genangan air masih menguasai Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Jalan desa yang biasanya ramai oleh langkah kecil anak-anak sekolah berubah menjadi aliran air kecokelatan. Sepatu-sepatu ditinggalkan. Beberapa anak menggulung celana, sebagian lainnya memilih berjalan tanpa alas kaki. Namun semangat mereka untuk tetap bersekolah tak pernah surut.

Banjir yang melanda desa tersebut menjadi kendala besar bagi aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah. Tingginya air membuat akses menuju sekolah nyaris mustahil dilalui sendiri. Di tengah kondisi itu, harapan datang dari sosok-sosok berseragam cokelat.

Sejak malam sebelumnya, Polres Lamongan telah bergerak cepat menuju wilayah terdampak banjir. Tak hanya mendirikan posko siaga dan menyiapkan perlengkapan darurat, pagi harinya para personel kepolisian turun langsung ke tengah genangan air.

Satu per satu, anak-anak sekolah digendong. Ada yang digamit tangannya, kemudian diangkat ke atas bak truk dinas. Wajah-wajah kecil itu tampak tersenyum, sebagian malu-malu, sebagian lain tertawa riang. Banjir tak lagi terasa menakutkan ketika mereka merasa aman dalam dekapan polisi.

Dengan menggunakan truk dinas, personel Polres Lamongan mengantar anak-anak menuju sekolah. Bagi anak-anak Desa Tiwet, truk polisi pagi itu bukan sekadar kendaraan, melainkan jembatan menuju cita-cita yang tak boleh terhenti oleh bencana.

Kehadiran polisi di tengah banjir menghadirkan rasa tenang bagi orang tua. Mereka melepas anak-anaknya dengan lega, menyaksikan aparat negara memastikan generasi muda tetap bisa belajar meski alam sedang tak bersahabat.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menjelaskan bahwa pengantaran anak sekolah menggunakan truk dilakukan karena ketinggian air masih memungkinkan. Namun jika kondisi memburuk, perahu karet telah disiagakan untuk evakuasi dan mobilitas warga.

Dalam penanganan banjir ini, Polres Lamongan menurunkan satu satuan setingkat pleton atau 35 personel lengkap dengan kendaraan, perahu karet, rompi pelampung, hingga perlengkapan SAR. Semua disiapkan demi satu tujuan: melindungi dan melayani masyarakat.

Di tengah banjir yang membatasi langkah, kepedulian polisi justru membuka jalan. Hari itu, di Desa Tiwet, anak-anak belajar satu hal penting sebelum masuk kelas: bahwa di saat sulit, negara hadir menggendong harapan mereka. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.