15 January 2026

Get In Touch

Momentum Imlek hingga Idul Fitri Diprediksi Dongkrak Kegiatan Usaha di Malang Raya

Ilustrasi sektor perdagangan eceran: bedak pedagang sembako di Pasar Blimbing, Kota Malang. (Santi/Lentera),
Ilustrasi sektor perdagangan eceran: bedak pedagang sembako di Pasar Blimbing, Kota Malang. (Santi/Lentera),

MALANG (Lentera) - Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) mulai dari Imlek hingga Idul Fitri 2026, diprediksi mendongkrak kegiatan usaha di Malang Raya.

Bank Indonesia (BI) Malang mencatat, meningkatnya permintaan masyarakat pada periode tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan industri pengolahan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menjelaskan proyeksi tersebut tercermin dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I 2026.

"SKDU sendiri merupakan survei triwulanan yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini terkait perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil," ujar Febrina, dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1/2026).

Dalam survei tersebut, menurutnya responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat. Dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 19,50 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 yang tercatat sebesar 17,36 persen.

Dikutip dari laman bi.go.id, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) merupakan indikator yang menunjukkan optimisme pelaku usaha yang dihitung dari selisih persentase responden yang menyatakan kegiatan usahanya meningkat dengan yang menyatakan menurun. Termasuk dalam hal kebutuhan penawaran dan pembiayaan perbankan.

Lebih lanjut, Febrina menyebutkan peningkatan aktivitas dunia usaha pada triwulan I 2026 tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja sejumlah sektor utama.

Pihaknya mencatat, sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi penopang terbesar dengan SBT sebesar 11,95 persen, disusul sektor Industri Pengolahan dengan SBT 5,99 persen.

Menurut Febrina, menguatnya kinerja sektor-sektor tersebut diprakirakan didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada rangkaian HBKN yang seluruhnya jatuh pada periode triwulan I 2026.

"Momen Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah mendorong aktivitas belanja dan konsumsi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Febrina juga menyampaikan hasil SKDU pada triwulan IV 2025 yang menunjukan kinerja kegiatan dunia usaha tetap tumbuh positif. Hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 17,36 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan III 2025 yang mencapai 21,24 persen.

Pertumbuhan aktivitas usaha pada akhir 2025 tersebut, sambung Febrina, tidak lepas dari meningkatnya permintaan masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kondisi tersebut juga didukung oleh adanya stimulus pemerintah, penyelesaian proyek-proyek menjelang tutup buku akhir tahun, serta cuaca yang relatif kondusif sehingga berdampak positif terhadap produktivitas sektor pertanian.

"Kami mencatat kinerja dunia usaha pada triwulan IV 2025 terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 7,08 persen. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran mencatat SBT 5,69 persen, serta sektor konstruksi dengan SBT 4,53 persen," katanya.

Selain itu, kondisi keuangan dunia usaha, menurutnya juga menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih (SB) sebesar 13,38 persen pada triwulan IV 2025, meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 4,74 persen.

"Membaiknya kondisi keuangan pelaku usaha didorong oleh peningkatan akses kredit, likuiditas, dan rentabilitas," pungkas Febrina.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.