15 January 2026

Get In Touch

Penanganan Longsor Jalur Bromo Sudah 75 Persen, Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Penanganan longsor di jalur bromo via Malang capai 75 persen pada Jumat (9/1/2026) siang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Penanganan longsor di jalur bromo via Malang capai 75 persen pada Jumat (9/1/2026) siang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) -Penanganan longsor yang menutup jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo via Kabupaten Malang, telah mencapai 75 persen. Saat ini, arus lalu lintas di lokasi kejadian sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan penerapan sistem buka tutup.

"Dari laporan tim, kondisi saat ini dilaksanakan karyabakti penanganan longsor secara manual dan alat berat milik bina marga, sudah mencapai 75 persen," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, melalui laporan resminya, Jumat (9/1/2026) siang.

Menurutnya, berdasarkan update laporan  yang dibuat pukul 11.41 WIB, kondisi arus lalu lintas di lokasi mulai berangsur normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas dengan penerapan sistem buka tutup guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, dua unit tangki air juga dikerahkan ke lokasi guna melakukan penyemprotan dan pembersihan badan jalan dari sisa material longsor.

"Penanganan longsor ini melibatkan berbagai unsur. Mulai dari BPBD, Dinas PU Bina Marga, Forkopimcam Poncokusumo, TNI-Polri, TNBTS, PMI Kabupaten Malang, Tagana Poncokusumo, hingga relawan dan masyarakat setempat," katanya. 

Untuk diketahui, tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis (8/1/2026)  sekitar pukul 21.00 WIB, akibat intensitas hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari.

Peristiwa ini sempat menutup total akses jalan kabupaten menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Sadono menyebut, longsor terjadi di tiga titik berbeda, yakni di Jalan Raya Gubuk Klakah Desa Gubuklakah serta dua titik di Desa Taji arah Umbutlegi.

"Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan tebing dengan tinggi sekitar 35 meter mengalami longsor dan menutup badan jalan," terangnya.

Material longsoran dilaporkan memiliki lebar sekitar 8 meter dengan ketebalan tanah mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Sadono menjelaskan, panjang longsoran yang menutup badan jalan diperkirakan mencapai 10 meter, sehingga akses transportasi dari dan menuju wilayah tersebut sempat terhambat, khususnya bagi kendaraan wisata dan masyarakat setempat.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Untuk korban jiwa nihil," tegasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.