15 January 2026

Get In Touch

Angin Puting Beliung di Bandara Juanda Sebabkan 10 Motor dan 1 Mobil Rusak

Mobil tertipa pohon akibat angin puting beliung di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (8/1/2026).
Mobil tertipa pohon akibat angin puting beliung di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (8/1/2026).

SURABAYA (Lentera) - Berdasar data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Angin puting beliung di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (8/1/2026) mengakibatkan 10 unit kendaraan roda dua, 1 unit kendaraan roda empat, dan 1 unit fasilitas umum rusak.

Angin puting beliung tersebut menyasar sejumlah titik di Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, direspon cepat Tim BPBD Jatim.

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari dampak angin puting beliung tersebut.

"Alhamdulillah, sekitar pukul 16.10 WIB, akses jalan menuju Terminal 1 Bandara Juanda sudah kembali dapat dilalui, meski jadwal penerbangan sempat mengalami gangguan," terang Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. 

Sejumlah personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment dan penanganan puluhan pohon tumbang di akses menuju Terminal 1 Bandara Juanda, seperti, pembersihan material kayu, dahan dan ranting pohon.

Aksi itu dilakukan secara berkolaborasi dengan petugas Bandara Juanda, Tim BPBD Kabupaten Sidoarjo dan sejumlah instansi terkait.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut fenomena puting beliung tersebut berlangsung sekitar 10 menit.

Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan dari pengamatan, puting beliung itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Kecepatan anginnya, menurut pengamatan BMKG, di kisaran 85 km per jam.

“Kami tadi mengamatinya itu sekitar pukul 14.10 kalau enggak salah. Tapi (durasinya) sangat singkat, enggak sampai 10 menit itu tadi puting beliung,” kata Taufiq melansir Radio Suara Surabaya.

Sebelumnya, fenomena angin puting beliung itu selain menyebabkan sejumlah pohon tumbang, juga mengakibatkan tiga penerbangan terpaksa melakukan pengalihan pendaratan menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.

Taufiq menjelaskan, puting beliung tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang terkondensasi tepat di atas kawasan Bandara Juanda. Pemicu utamanya yakni ketidakstabilan atmosfer akibat perbedaan tekanan udara antara lapisan awan dan permukaan.

“Pemicu lainnya mungkin dari labilitas udara di atas bandara tadi kurang stabil. Dari data kami ada perbedaan tekanan antara lapisan awan CB dengan permukaan, sehingga terjulurlah puting beliung tadi akibat perbedaan tekanan,” ucapnya.

Meski parameter cuaca bisa menunjukkan potensi cuaca buruk, Taufiq menegaskan puting beliung tetap sulit dipastikan akan terjadi.

“Kalau puting beliung sendiri ini sangat sulit untuk kami menginformasikan bahwasanya akan terjadi puting beliung pada sekian jam. Walaupun kadang-kadang parameternya semua terpenuhi, tidak terjadi puting beliung, hanya angin kencang sesaat atau hujan lebat saja,” katanya. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.