15 January 2026

Get In Touch

249 Nyawa Melayang di Jalanan Kabupaten Jombang Sepanjang 2025

ILUSTRASI: Evakuasi korban tewas akibat tabrakan motor dan truk boks di Jalan Raya Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang, Selasa (18/11/2025) pagi (sutono)
ILUSTRASI: Evakuasi korban tewas akibat tabrakan motor dan truk boks di Jalan Raya Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang, Selasa (18/11/2025) pagi (sutono)

JOMBANG (Lentera) -Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Jombang cukup tinggi, yakni mencapai 249 orang. Jumlah ini naik dari tahun 2024, yang tercatat 239 orang.

"Jadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun tahun 2025 ada kenaikan 4,18 persen dibanding tahun 2024," kata

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari, Minggu (4/1/2026).

Selain korban tewas yang jumlahnya naik, korban luka maupun kerugian materil juga meningkat.

Rita menyebut, pada 2024 korban luka berat 5 orang, luka ringan 1.863 orang dan kerugian materiil Rp1.620.400.000. Sedangkan pada 2025 luka berat 10 orang dan luka ringan 2002, serta kerugian mteril Rp2.179.645.750.

Meski fatalitas naik, Rita mengungkapkan jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, baik di jalan kabupaten, provinsi atau nasional menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

"Turun 16,58 persen. Tahun 2025 sebanyak 938 kejadian, dan tahun 2024 tercatat 1.116 kejadian. Ini seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas di jalan raya," ujarnya.

Iptu Rita menambahkan, ada banyak faktor yang memicu insiden laka lantas di Kota Santri ini. Mulai dari faktor alam, jalan, kendaraan, pengemudi atau pengendara hingga teknologi.

Namun, paling banyak disebabkan karena pengemudi yang mengawalinya dengan pelanggaran.

"Bisa karena pengemudi ugal-ugalan, hilang kesadaran mengantuk (kelelahan), tidak konsentrasi atau pelanggaran lalu lintas lain yang menyebabkan kecelakaan," jelas Iptu Rita.

Ditambahkan, kepolisian terus berupaya menekan kasus laka lantas, khususnya melibatkan anak-anak muda. Upaya itu dengan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan dan tertib berlalulintas di sekolah maupun pondok pesantren.

"Di berbagai kesempatan, kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada di jalan raya. Jangan sampai menjadi korban lakalantas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan adalah paling utama dalam berkendara," sambung Rita.

Reporter: Sutono|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.