15 January 2026

Get In Touch

Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 210 Juta Tahun Tercetak di Dinding Tebing Italia

Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 210 Juta Tahun Tercetak di Dinding Tebing Italia

SURABAYA (Lentera) -Sebuah penemuan spektakuler baru saja menghebohkan dunia ilmu pengetahuan di Italia utara.

Ribuan jejak kaki dinosaurus yang berasal dari 210 juta tahun lalu ditemukan di dinding gunung vertikal di dalam Taman Nasional Stelvio.

Penemuan ini tergolong luar biasa karena jejak-jejak tersebut—beberapa di antaranya memiliki diameter hingga 40 cm—berjejer dalam baris-baris paralel yang rapi.

Menariknya lagi, banyak dari jejak kaki tersebut masih menunjukkan bekas jari kaki dan cakar yang sangat jelas.

Ahli paleontologi asal Milan, Cristiano Dal Sasso, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya atas temuan di wilayah tempat tinggalnya itu. 

"Saya tidak pernah membayangkan akan menemukan penemuan spektakuler seperti ini di daerah tempat saya tinggal," ujar Cristiano Dal Sasso dikutip BBC.

Kehidupan Harmoni Para Raksasa Leher Panjang

Jejak-jejak ini diyakini milik kelompok Prosauropoda, yaitu dinosaurus pemakan tumbuhan (herbivora) yang memiliki ciri khas leher panjang, kepala kecil, dan cakar yang tajam. Makhluk ini bisa tumbuh hingga panjang 10 meter.

Berdasarkan pola jejaknya, Cristiano Dal Sasso menjelaskan bahwa kawanan dinosaurus ini bergerak secara harmoni. Bahkan, ditemukan bukti perilaku yang lebih kompleks.

"Tempat ini dulunya penuh dengan dinosaurus; ini adalah harta karun ilmiah yang luar biasa. Ada juga jejak perilaku yang lebih rumit, seperti kelompok hewan yang berkumpul dalam lingkaran, mungkin untuk tujuan pertahanan," tambah Dal Sasso.

Menariknya, meskipun Prosauropoda biasanya berjalan dengan dua kaki, peneliti menemukan beberapa jejak tangan di depan jejak kaki. Hal ini mengindikasikan bahwa sesekali mereka berhenti dan mengistirahatkan tungkai depan mereka di atas tanah.

Saksi Bisu Perubahan Zaman

Bagaimana jejak kaki bisa berada di dinding gunung yang vertikal? Jawabannya terletak pada sejarah geologi.

Pada Periode Trias—sekitar 250 hingga 201 juta tahun lalu—wilayah tersebut sebenarnya merupakan dataran pasang surut yang datar.

Seiring berjalannya waktu dan pergerakan Bumi, wilayah ini terangkat dan menjadi bagian dari rantai Pegunungan Alpen yang menjulang tinggi.

Penemuan ini berawal dari kejelian seorang fotografer bernama Elio Della Ferrera pada September lalu. Ia melihat jejak yang membentang ratusan meter di dinding tebing saat berada di Lembah Fraele, dekat perbatasan Italia dengan Swiss.

Karena lokasinya yang sangat terpencil dan tidak bisa dijangkau melalui jalur pendakian biasa, Kementerian Kebudayaan Italia menyatakan akan menggunakan teknologi sensor jarak jauh dan drone untuk meneliti area tersebut lebih lanjut.

Lokasi penemuan ini juga berdekatan dengan tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin tahun depan.

Pihak kementerian menyebut penemuan ini seolah-olah sejarah ingin memberikan penghormatan kepada ajang olahraga terbesar dunia tersebut, menyatukan masa lalu dan masa kini (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.