LAMONGAN (Lentera) – Polres Lamongan memetakan beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian utama dalam pengamanan malam pergantian tahun 2026. Saat memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Lapangan Apel Mapolres Lamongan pada Rabu sore (31/12/2025), Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, meminta supaya kehadiran personel Polri di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya.
Potensi kerawanan tersebut antara lain meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas akibat kepadatan kendaraan dan perilaku berkendara yang tidak tertib, potensi konvoi kendaraan bermotor, penggunaan petasan dan kembang api yang tidak sesuai ketentuan, serta penyalahgunaan minuman keras.
"Selain itu, potensi tindak kriminal konvensional seperti pencurian, penganiayaan, dan gangguan ketertiban umum pada jam-jam rawan malam hari juga menjadi fokus pengamanan." katanya.
Dia juga menandaskan bahwa faktor cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun turut diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat, seperti banjir, genangan air, maupun gangguan infrastruktur jalan.
Kapolres juga menandaskan apel ini merupakan bagian dari langkah strategis Polres Lamongan dalam memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dia menegaskan bahwa kehadiran personel pada apel kesiapan ini mencerminkan kesiapan, loyalitas, dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum krusial malam pergantian tahun yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
"Hal ini dilakukan mengingat aktivitas masyarakat di seluruh Jawa Timur, termasuk Kabupaten Lamongan, diprediksi mengalami peningkatan signifikan pada malam tahun baru, baik di pusat-pusat kota, kawasan wisata, jalur protokol, fasilitas publik, tempat hiburan, maupun lingkungan permukiman, sehingga perlu diantisipasi secara optimal agar seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib." jelasnya.
Kapolres menyampaikan bahwa kondisi kamtibmas secara umum berada dalam keadaan relatif kondusif, namun tetap dinamis dan berpotensi meningkat kerawanannya menjelang puncak perayaan malam tahun baru.
Ditandai dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan arus lalu lintas, serta tingginya aktivitas keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan apabila tidak diantisipasi dengan tepat.
Setiap personel yang bertugas dituntut untuk bertindak profesional, humanis, responsif, serta tetap tegas dalam menegakkan aturan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan memastikan perayaan malam tahun baru berjalan aman dan kondusif.
Beliau juga memberikan penekanan dan pedoman sebagai acuan pelaksanaan tugas di lapangan. Kapolres berharap sinergi antara Polri dan seluruh instansi terkait yang terlibat mampu menjaga keamanan dengan cara yang bermartabat, profesional, dan humanis.
“Semoga seluruh rangkaian perayaan malam tahun baru di Kabupaten Lamongan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolres Lamongan menutup amanatnya, seraya memohon doa agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada seluruh personel dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam apel kesiapan tersebut, jumlah personel pengamanan dari Polres Lamongan sebanyak 307 personel, yang diperkuat dengan puluhan personel dari instansi terkait.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan plotting dan penempatan personel pengamanan oleh Kabag Ops Polres Lamongan sesuai dengan lokasi dan sasaran pengamanan yang telah ditentukan.
Selain di tingkat Polres, kegiatan Apel Kesiapan Pengamanan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 juga dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran di wilayah masing-masing, sebagai wujud kesiapan menyeluruh dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
