15 January 2026

Get In Touch

Gerakan Literasi Kabupaten Madiun Titik Awal Ekosistem Literasi Berkelanjutan

Peluncuran Gerakan Literasi Kabupaten Madiun di Lapangan Jiwan, Rabu (31/12/2025), menjadi ruang temu lintas komunitas—pemuda, pegiat literasi, akademisi, hingga pengemudi ojek online—untuk merumuskan arah penguatan budaya literasi berkelanjutan di Madiun
Peluncuran Gerakan Literasi Kabupaten Madiun di Lapangan Jiwan, Rabu (31/12/2025), menjadi ruang temu lintas komunitas—pemuda, pegiat literasi, akademisi, hingga pengemudi ojek online—untuk merumuskan arah penguatan budaya literasi berkelanjutan di Madiun

MADIUN (Lentera)  — Komunitas Pegiat Literasi Madiun Raya (PELMAR) meluncurkan Gerakan Literasi Kabupaten Madiun di Lapangan Jiwan, Kabupaten Madiun, Rabu (31/12/2025). Inisiatif ini menjadi titik awal pembentukan ekosistem literasi yang berkelanjutan dengan melibatkan beragam elemen masyarakat, mulai dari pemuda, pegiat literasi, akademisi, hingga komunitas pengemudi ojek online.

Peluncuran gerakan tersebut dirancang sebagai ruang diskusi terbuka untuk menghimpun gagasan dan masukan publik terkait arah pengembangan literasi di wilayah Madiun Raya.

Koordinator Gerakan Literasi Kabupaten Madiun, Adelia Nugroho Heni, mengatakan forum ini dimaksudkan sebagai langkah awal menyatukan persepsi sekaligus menyerap ide-ide segar, terutama dari kalangan generasi muda.

“Banyak gagasan muncul dari diskusi ini. Tantangannya adalah bagaimana ide-ide itu dapat direalisasikan secara bersama,” kata Adelia.

Sebagai tindak lanjut, Gerakan Literasi Kabupaten Madiun tengah menyiapkan program road show literasi ke sekolah-sekolah dan sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun, Kota Madiun, hingga kawasan Madiun Raya. Program tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan literasi sekaligus menumbuhkan kesadaran publik terhadap pentingnya budaya literasi.

Menurut Adelia, pemerintah Kabupaten Madiun memberikan dukungan terhadap keberlanjutan gerakan ini. “Ini menjadi sinyal bahwa ruang literasi di Kabupaten Madiun terbuka dan mendapat perhatian,” ujarnya.

Gerakan ini juga melibatkan pegiat literasi dari luar daerah, seperti Ngawi dan Ponorogo, guna memperkaya perspektif dan jejaring pengembangan literasi lintas wilayah.

Dukungan datang dari kalangan akademisi. Sigit Ricahyono, dosen Universitas PGRI Madiun, menilai literasi merupakan kebutuhan mendasar di seluruh lapisan masyarakat.

“Literasi tidak bisa lagi dipahami sebatas membaca buku. Di era digital, literasi mencakup kemampuan menyerap, mengolah, dan memproduksi pengetahuan dari berbagai sumber,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, pemanfaatan platform digital—mulai dari mesin pencari hingga media sosial—dapat menjadi bagian dari praktik literasi selama mendorong peningkatan pengetahuan dan produktivitas masyarakat.

Sigit berharap gerakan literasi di Kabupaten Madiun terus berkembang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan konsisten dari pemerintah daerah.

“Jika masyarakat dan pemerintah bergerak seiring, literasi akan tumbuh sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program seremonial,” katanya. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.