KEDIRI (Lentera) -Para peserta kegiatan rapat konsultasi Syuriah kepada Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mulai berdatangan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) maupun pengurus PBNU yang berasal dari berbagai daerah tersebut sudah nampak hadir di lokasi pertemuan, yakni di ruang aula Lirboyo.
Di antara yang hadir adalah KH.Anwar Mansur, KH.Nurul Huda Djazuli, KH.Kafabihi Mahrus, KH.Ma'ruf Amien, KH.Miftachul Akhyar, KH.Yahya Cholil Staquf, M.Nuh, KH.Idris Hamid, Gus Ulil Abshar Abdalla serta masih banyak lainnya.
Juru Bicara Pondok Lirboyo Abdul Muid Shohib mengatakan, kegiatan tersebut merupakan permintaan dari Rois Aam KH.Miftachul Akhyar sehingga pihak Lirboyo menyiapkan tempatnya.
“Di Lirboyo ini diminta jadi tempat pertemuan, ya kita siapkan,” ujar Abdul Muid Shohib, Kamis.
Sejauh ini belum diketahui hasil dari pertemuan tersebut karena rapat masih berlangsung dan dilakukan secara tertutup.
Sebagaimana diketahui, kegiatan konsultasi ini merupakan bagian dari perkembangan atas dinamika konflik yang tengah terjadi di internal PBNU.
Beberapa hari sebelumnya, juga berlangsung musyawarah kubro oleh para sesepuh maupun alim ulama NU yang juga berlangsung di Lirboyo, Minggu (21/12/2025).
Dikutip dari Kompas, forum tersebut dengan tegas menyampaikan keprihatinannya atas situasi PBNU sehingga meminta segera adanya islah kedua belah pihak, jika tidak ada ishlah, forum menyuarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) PBNU.
Opsi PBNU Kembalikan Konsesi Tambang
Yahya Cholil Staquf , sebelumnya, menimbang opsi pengembalian konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU.
Hal ini disampaikan Gus Yahya menanggapi isu konsesi tambang yang santer terdengar sebagai pemicu konflik di internal PBNU.
"Ya, apakah perlu dikembalikan atau tidak, ya kita lihat nanti. Ini kan saya sudah jelaskan sejak awal, kami ini tidak minta, tidak menuntut, tidak bertanya-tanya, tiba-tiba pemerintah membuat kebijakan seperti ini (memberi konsesi)," kata Gus Yahya saat konferensi pers di Kantor PBNU, Rabu (24/12/2025)
Editor: Arifin BH





.jpg)
