15 January 2026

Get In Touch

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Polres Batu Siapkan Dua Skema Rekayasa Lalu Lintas

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata. (dok. Humas Polres Batu)
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata. (dok. Humas Polres Batu)

BATU (Lentera) - Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama masa libur akhir tahun 2025, Polres Batu menyiapkan dua skema rekayasa lalu lintas, yakni sistem pasang surut dan sistem satu arah (one way).

Kebijakan tersebut akan diterapkan secara situasional di sejumlah ruas jalan utama yang kerap mengalami kepadatan saat musim liburan. "Dua skema ini akan kami terapkan secara situasional dengan mempertimbangkan indikator kepadatan arus lalu lintas di lapangan," ujar Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, Kamis (25/12/2025).

Dijelaskannya, pada skema pasang surut diberlakukan pola dua naik dan satu turun. Empat lajur yang semula terdiri dari dua jalur naik dan dua jalur turun akan diubah menjadi tiga jalur naik dan satu jalur turun.

Skema pasang surut tersebut akan diterapkan mulai Simpang Tiga Pendem hingga Simpang Tiga Jalan Dewi Sartika, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial kepadatan arus kendaraan.

Sementara itu, apabila kondisi lalu lintas dinilai semakin padat, Polres Batu akan menerapkan sistem satu arah (one way). Kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya menuju Kota Batu melalui Pertigaan Pendem akan diarahkan melewati Jalan Ir Soekarno.

"Untuk kendaraan dari Kota Batu menuju Surabaya, arus akan dialihkan melalui Jalan Wukir di samping Batu Town Square (Batos), sedangkan kendaraan dengan tujuan Kota Malang diarahkan melalui Jalan Oro-Oro Ombo," katanya.

Selain dua skema utama tersebut, menurut Andi, petugas di lapangan juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas sederhana sebagai langkah awal penanganan kepadatan, seperti pemasangan water barrier untuk mencegah crossing, converging, dan diverging di persimpangan.

"Petugas juga akan kami terjunkan langsung ke lokasi kepadatan agar tundaan lalu lintas dapat segera terurai," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Andi menuturkan, pihaknya turut bersinergi dengan Polresta Malang Kota dan Polres Malang guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan lintas wilayah selama libur Nataru.

Lonjakan arus kendaraan diprediksi terjadi seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Batu yang dikenal memiliki beragam destinasi wisata unggulan, terutama pada puncak libur Natal dan Tahun Baru.

Selain kepadatan lalu lintas, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Polres Batu menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi potensi bencana alam di jalur rawan seperti wilayah Pujon dan jalur penghubung menuju Pacet, Mojokerto.

Andi juga mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Kota Batu diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari. Informasi cuaca tersebut diperbarui setiap 10 menit sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemetaan, Polres Batu juga mengidentifikasi tujuh titik rawan kemacetan selama libur Nataru, yakni Exit Songgoriti, Simpang Tiga Bendo, Jalan Diponegoro, Simpang Tiga Arhanud, kawasan Alun-Alun Kota Batu, Simpang Tiga Suhat, serta kawasan wisata Santerra De Laponte. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.