04 November 2026

Get In Touch

Gunung Semeru Kembali Erupsi Empat Kali Disertai Lucuran Awan Panas

Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas pada Selasa (3/11/2026) siang. (Foto: Metrotv)
Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas pada Selasa (3/11/2026) siang. (Foto: Metrotv)

LUMAJANG (Lentera) - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi empat kali disertai luncuran awan panas pada Selasa (3/11/2026) siang. Erupsi ini menjadikan Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Jarak luncuran awan panas tidak dapat diketahui karena kondisi puncak gunung tertutup kabut. 

Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, terjadi empat kali erupsi sejak pukul 00.34 WIB hingga 12.52 WIB pada Selasa. Seluruh kejadian tersebut tidak dapat teramati secara visual. Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 44 detik.

"Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur tidak teramati dan visual Gunung Semeru tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir metrotv, Selasa (3/11/2026).

Lebih lanjut, Agastya menjelaskan erupsi terjadi pada pukul 12.06 WIB. Kondisi cuaca berkabut membuat tinggi kolom abu vulkanik maupun visual letusan tidak dapat diamati petugas.

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar zona tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Selain pembatasan aktivitas, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Agastya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.