02 November 2026

Get In Touch

Sebanyak 339 Siswa dari 83 Sekolah Adu Gagasan Riset di Lomba Peneliti Belia Ubaya 2026

Kegiatan lomba peneliti belia di Ubaya.
Kegiatan lomba peneliti belia di Ubaya.

SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 339 siswa dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur mempresentasikan 180 judul penelitian dalam ajang Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026. Melalui kompetisi ini, para siswa didorong mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta menawarkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui penelitian berbasis data.

Kegiatan yang digelar Universitas Surabaya (Ubaya) bersama dengan Center for Young Scientists (CYS) tersebut berlangsung di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis.

Terdapat 10 bidang penelitian yang dilombakan, meliputi Matematika, Fisika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Psikologi.

Direktur CYS, Monika Raharti, Ph.D., mengatakan, ajang tersebut tidak semata-mata menjadi kompetisi untuk memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang konferensi bagi para siswa untuk saling bertukar pengetahuan, berdiskusi, dan belajar dari hasil penelitian peserta lain maupun para pakar.

“Walaupun disebut lomba, kegiatan ini sebetulnya adalah sebuah konferensi yang sejatinya menjadi tempat berbagi pengetahuan satu sama lain. Jadi, peserta sekalian hendaknya mau belajar dari karya orang lain dan berdiskusi dengan para pakar,” tutur Monika, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap penelitian untuk mengenal ekosistem riset di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan minat penelitian secara lebih mandiri.

Dari berbagai karya yang dipresentasikan, Monika melihat para siswa telah menunjukkan kepekaan terhadap persoalan di tengah masyarakat. Meski masih berada di jenjang sekolah menengah, mereka dinilai mampu merumuskan pendekatan pemecahan masalah yang dapat dipertanggungjawabkan melalui penelitian dan data.

“Dengan usia yang masih sangat muda, para peserta sudah dapat menghasilkan metode pemecahan masalah yang bertanggung jawab dan dapat dibuktikan melalui sebuah riset dan data yang valid,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Peneliti Belia 2026, Yuan Yovita Setiawan, M.Psi., Psikolog, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam mempertanyakan berbagai fenomena di sekitarnya. Pertanyaan tersebut kemudian dikembangkan menjadi penelitian dan dipresentasikan dalam forum ilmiah.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk membangun kebiasaan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kiranya, semangat Anda tidak berhenti pada kompetisi hari ini, namun terus bertumbuh menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan berbasis bukti di kalangan generasi muda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, Ph.D., yang hadir mewakili Rektor Ubaya, menilai aktivitas penelitian perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Ia mengatakan, kebiasaan melakukan pengamatan dan kajian sebenarnya dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan guru, hasil penelitian siswa berpeluang dikembangkan menjadi gagasan yang lebih matang ketika mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan yang sangat potensial dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Ubaya juga menyediakan beasiswa pendidikan bagi pemenang dari jenjang sekolah menengah atas yang melanjutkan studi di kampus tersebut.

Dalam kompetisi ini, sebanyak 30 dewan juri dilibatkan untuk menilai karya peserta. Mereka terdiri dari 24 dosen Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM). Penilaian dilakukan melalui poster ilmiah dan presentasi lisan.

Enam tim terbaik dari masing-masing bidang akan memperoleh penghargaan, mulai juara pertama hingga juara harapan ketiga. Sementara itu, peraih juara pertama hingga ketiga di setiap bidang berkesempatan mewakili Jawa Timur dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2026 yang digelar di Gading Serpong, Tangerang. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.