30 October 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Kebut Penyelesaian Rumah Pompa Jelang Puncak Musim Hujan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir rampung pada pertengahan November 2026. Hingga akhir Oktober, progres pengerjaan proyek tersebut dilaporkan mencapai 90 persen, dengan penyambungan pipa menuju sungai menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan agar rumah pompa dapat segera beroperasi menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Desember mendatang.

“Sekarang progresnya sudah 90 persen. Targetnya pertengahan November selesai, karena yang masih dikerjakan terutama penyambungan pipa menuju sungai. Yang terpenting, koneksinya diselesaikan terlebih dahulu supaya rumah pompa bisa segera dioperasikan,” kata Eri, Kamis (29/10/2026).

Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian Pemkot Surabaya meliputi Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, dan Rungkut. Kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan genangan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga setiap kali hujan turun.

Eri menjelaskan, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kemampuan anggaran daerah. Sebelumnya, Pemkot Surabaya memprioritaskan penanganan genangan di Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang.

“Dulu kami selesaikan dulu yang di Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang. Di Dukuh Kupang, menurut cerita warga, genangannya sudah terjadi hampir 60 tahun. Alhamdulillah, kawasan itu sudah tertangani. Sekarang kami melanjutkan penanganan di titik-titik lain, seperti Margorejo, depan Ubaya, AWS, Tanjungsari, dan Simokalangan,” jelasnya.

Menurut Eri, penanganan genangan tidak cukup hanya dengan membangun rumah pompa. Kondisi saluran air, termasuk di lingkungan permukiman, juga perlu dibenahi agar aliran air menuju saluran pembuangan dapat berjalan lancar.

Karena itu, Pemkot Surabaya turut menangani persoalan infrastruktur skala lingkungan, seperti jalan ambles setelah hujan. Eri mencontohkan laporan warga mengenai jalan yang mengalami kerusakan dan kemudian ditindaklanjuti melalui kerja bersama dengan mekanisme swakelola.

“Kemarin hujan sebentar, ada warga melapor jalannya ambles. Kami kemudian bertemu warga dan mengajak bekerja bersama melalui swakelola. Alhamdulillah, bisa segera ditangani. Jadi, selain pembangunan infrastruktur besar, persoalan di lingkungan permukiman juga harus diselesaikan,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Eri menyebut, keterlambatan dapat berujung pada pemutusan kontrak dan sanksi daftar hitam apabila penyedia jasa tidak menuntaskan pekerjaan setelah melalui tahapan peringatan sesuai ketentuan.

“Kalau sudah diberikan peringatan dan jangka waktunya terlewati, konsekuensinya bisa sampai pemutusan kontrak dan blacklist. Kami berharap tidak sampai terjadi, karena yang paling penting pembangunan selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.