29 October 2026

Get In Touch

Me Time dengan Olahraga Bantu Redakan Stres

Me Time dengan Olahraga Bantu Redakan Stres

SURABAYA ( LENTERA ) - Yoga hingga bersepeda santai bisa menjadi pilihan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Selain menjaga kebugaran, aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan meredakan stres.

Rutinitas pekerjaan, tuntutan keluarga, hingga aktivitas sehari-hari yang padat bisa menguras energi fisik dan mental. Di tengah kesibukan tersebut, meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time menjadi salah satu cara untuk mengambil jeda dan memulihkan energi.

Me time tidak selalu harus diisi dengan liburan atau aktivitas yang membutuhkan biaya besar. Berolahraga juga bisa menjadi pilihan sederhana untuk sejenak menjauh dari rutinitas, menggerakkan tubuh, dan mengalihkan perhatian dari berbagai hal yang memenuhi pikiran.

Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa latihan intens di pusat kebugaran. Yoga, berjalan kaki, berenang, bersepeda santai, hingga Pilates dapat menjadi alternatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.
Berikut lima olahraga yang bisa dicoba untuk mengisi waktu me time.

Yoga

Yoga memadukan gerakan tubuh, latihan pernapasan, dan konsentrasi. Kombinasi tersebut dapat membantu seseorang lebih memperhatikan kondisi tubuh sekaligus memberi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari.

Latihan ini juga bermanfaat untuk melatih fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa yoga berpotensi membantu mengurangi stres dan kecemasan, meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap orang.

Tidak perlu langsung mencoba gerakan yang rumit. Pemula bisa memulai dengan sesi selama 10–15 menit di rumah. Pilih tempat yang nyaman, atur napas secara perlahan, dan lakukan gerakan sesuai kemampuan.

Jalan Kaki

Jalan kaki merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang mudah dilakukan tanpa memerlukan peralatan khusus. Aktivitas ini bisa dilakukan di taman, sekitar rumah, atau jalur pejalan kaki yang aman.

Luangkan waktu sekitar 15–30 menit untuk berjalan dengan kecepatan yang nyaman. Agar menjadi momen me time, cobalah mengurangi kebiasaan memeriksa ponsel dan memberi perhatian pada lingkungan sekitar.

Berjalan kaki di luar ruangan juga memberi kesempatan untuk menikmati suasana dan mendapatkan paparan cahaya alami. Aktivitas fisik secara umum berkaitan dengan suasana hati yang lebih baik dan dapat membantu mengurangi ketegangan.

Jika jadwal sedang padat, jalan kaki bisa disisipkan saat istirahat makan siang atau setelah pekerjaan selesai. Durasi dan intensitasnya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Berenang

Berenang bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berolahraga sambil menikmati sensasi berada di air. Gerakan yang berulang dan ritme pernapasan selama berenang dapat membuat sebagian orang merasa lebih rileks.
Di sisi kebugaran, berenang melibatkan berbagai kelompok otot dan membantu melatih daya tahan tubuh. Aktivitas ini juga relatif minim benturan dibandingkan sejumlah olahraga yang dilakukan di darat.

Agar sesi berenang terasa seperti me time, pilih waktu yang tidak terlalu ramai dan gunakan kecepatan yang nyaman. Tidak perlu memaksakan diri mengejar jumlah putaran atau durasi tertentu.

Tetap perhatikan kemampuan berenang, kondisi fisik, dan keselamatan. Gunakan fasilitas yang aman serta ikuti petunjuk petugas kolam, terutama jika belum mahir berenang.

Bersepeda Santai

Bersepeda santai cocok bagi mereka yang ingin tetap aktif sambil menikmati suasana luar ruangan. Mengayuh sepeda di taman atau jalur khusus sepeda memungkinkan tubuh bergerak sekaligus memberi kesempatan untuk menyegarkan pikiran.

Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru serta melatih kekuatan otot kaki. Bersepeda di luar ruangan juga menawarkan variasi suasana yang mungkin tidak didapatkan ketika terus berada di rumah atau tempat kerja.

Pilih rute yang aman, tidak terlalu ramai, dan sesuai kemampuan. Tidak perlu mengejar kecepatan atau jarak tertentu jika tujuan utamanya adalah menikmati waktu untuk diri sendiri.

Gunakan helm dan perlengkapan keselamatan yang sesuai. Perhatikan kondisi lalu lintas, cuaca, serta keadaan tubuh selama perjalanan.

Pilates

Pilates merupakan latihan yang menekankan kontrol gerakan, postur tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot inti. Latihan ini juga melibatkan koordinasi antara gerakan dan pernapasan.

Saat melakukan Pilates, perhatian diarahkan pada posisi tubuh dan ketepatan gerakan. Fokus tersebut dapat menjadi kesempatan untuk lebih menyadari kondisi tubuh dan mengambil jeda dari berbagai distraksi sehari-hari.

Pemula dapat memulai dengan gerakan dasar melalui kelas atau panduan latihan yang sesuai. Lakukan gerakan secara perlahan dan hindari memaksakan posisi yang belum dikuasai.

Pilates dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri, terutama bagi mereka yang menyukai olahraga dengan gerakan terkontrol. Namun, seperti olahraga lainnya, manfaatnya bergantung pada konsistensi, kemampuan individu, dan pelaksanaan latihan yang tepat.

Me time melalui olahraga tidak harus menjadi agenda yang menambah beban atau tuntutan baru. Tujuannya adalah menyediakan waktu untuk bergerak, menikmati aktivitas, dan memberi ruang bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat dari rutinitas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat selama 75–150 menit per minggu. Aktivitas fisik juga dapat dilakukan dalam durasi yang lebih singkat dan dibagi sepanjang minggu sesuai kemampuan.

Namun, tidak perlu langsung mengejar target tersebut ketika baru memulai. Pilih aktivitas yang disukai, tingkatkan durasi secara bertahap, dan berikan tubuh waktu untuk beradaptasi.(far,ist/dya)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.