TRENGGALEK (Lentera) – Pemilik anjing, kucing, hingga monyet di Kabupaten Trenggalek mendapat layanan vaksinasi rabies gratis di Klinik Hewan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rejowinangun, Kamis (29/10/2026), sebagai upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus mempertahankan status Jawa Timur sebagai wilayah bebas rabies.
Vaksinasi tersebut difasilitasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek dengan dukungan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur Cabang IX, yang mencakup wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh setiap 28 September.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengatakan pihaknya mendapat alokasi 40 dosis vaksin dari total 100 dosis yang disediakan PDHI. Sebagian dosis lainnya disalurkan kepada dokter hewan yang membuka praktik mandiri.
"Hari ini kita melaksanakan vaksin rabies untuk anjing, kucing ataupun monyet. Vaksin ini dari PDHI Jawa Timur Cabang IX, sedangkan kami memfasilitasi tempat untuk pelaksanaannya," ujar Ririn.
Jumlah pendaftar vaksinasi di Puskeswan Rejowinangun mencapai 40 ekor. Namun, tidak semua hewan yang datang bisa langsung mendapatkan suntikan karena petugas terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatannya.
Hewan yang sedang bunting, baru melahirkan, mengalami gejala sakit, maupun memiliki gangguan kesehatan tertentu seperti berkutu dapat ditunda vaksinasinya. Pemeriksaan tersebut diperlukan agar pemberian vaksin mempertimbangkan kondisi masing-masing hewan.
Ririn menjelaskan, status bebas rabies di Jawa Timur harus tetap dijaga melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan. Salah satunya dengan memastikan hewan yang berisiko menjadi penular mendapatkan vaksinasi sesuai anjuran.
"Jawa Timur memang bebas rabies, tetapi status tersebut harus terus dipertahankan. Karena itu, vaksinasi perlu dilakukan secara terus-menerus dan pemilik hewan tidak boleh lengah," jelasnya.
Ia juga mengingatkan, masyarakat untuk mengenali perubahan perilaku hewan yang berpotensi mengarah pada rabies. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain perilaku agresif, air liur berlebihan, serta kecenderungan menyerang. Jika menemukan kondisi mencurigakan, masyarakat perlu berhati-hati dan meminta pemeriksaan tenaga kesehatan hewan.
Selain vaksinasi, pemilik perlu menjaga kebersihan dan memantau kesehatan hewan peliharaan. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, salah satunya melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Ririn menambahkan, vaksinasi perlu dilakukan secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan dokter hewan. Hewan peliharaan juga membutuhkan vaksin lain untuk membantu melindunginya dari berbagai penyakit infeksi.
Salah seorang pemilik kucing, Andreisko Riefaldi, mengaku baru pertama kali membawa kedua kucingnya untuk mendapatkan vaksinasi rabies. Ia mengetahui informasi layanan gratis tersebut dari pamflet yang dikirimkan kakaknya, kemudian mendaftarkan kedua kucingnya.
"Alhamdulillah, kedua kucing saya aman. Menurut saya, vaksin rabies ini penting untuk kucing dan program gratis seperti ini sangat membantu pemilik hewan," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan menjaga kesehatan hewan semakin meningkat. Upaya pencegahan secara rutin diharapkan dapat membantu mempertahankan status bebas rabies sekaligus menekan risiko penularan kepada manusia.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais





.jpg)
