25 October 2026

Get In Touch

Cari Satu Korban Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo, Polisi Gunakan Sonar-Drone 

Proses pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. (Foto: Antara)
Proses pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. (Foto: Antara)

LABUAN BAJO (Lentera) - Untuk mencari seorang korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yang namun belum ditemukan, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan teknologi sonar dan drone robot bawah laut.

Jessica merupakan satu-satunya korban yang masih dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Selasa (13/10/2026). 

Kapal wisata tersebut mengangkut 30 orang, terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi, sedangkan Jessica, yang diketahui bekerja sebagai dive master, masih dalam pencarian.(H-2)

“Sampai dengan hari kesepuluh pencarian korban tenggelam yang merupakan dive master belum juga ditemukan, walaupun sejumlah alat canggih sudah diterjunkan,” kata Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution di Kupang, Sabtu (24/10/2026) melansir antara.

Dia mengatakan, pihaknya mengerahkan kapal pemburu cepat KPC 2007, RIB 02, sonar single beam, dan drone bawah air untuk membantu tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama 10 hari pencarian.

“Berdasarkan evaluasi dan analisis hasil rekaman drone bawah air serta pencarian menggunakan sonar keberadaan korban maupun bangkai kapal KM Feronia masih nihil. Faktor arus bawah laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan,” kata Irwan.

Operasi pencarian tersebut melibatkan 76 personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, serta unsur masyarakat setempat.

Penyisiran bawah laut difokuskan pada sejumlah titik di sekitar lokasi awal tenggelamnya kapal dengan mempertimbangkan pergerakan arus laut. Area pencarian meliputi perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, dan Sebayur di kawasan Taman Nasional Komodo.

Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR gabungan mengoperasikan sejumlah peralatan khusus sejak hari kedua hingga hari ke-10. Selain sonar single beam dan drone bawah air milik Ditpolairud Polda NTT, tim menggunakan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Farmindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya.

Peralatan tersebut didukung armada KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang, RIB Lanal Labuan Bajo, serta KRI Pulau Fani-731. Teknologi tersebut digunakan untuk memindai dasar laut dan membantu mengidentifikasi kemungkinan lokasi korban maupun bangkai kapal di tengah kondisi arus bawah laut yang dinamis.

Petugas juga mengimbau kapal wisata dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau bangkai kapal.

“Kami mengimbau kapal-kapal wisata dan nelayan yang beraktivitas di perairan Taman Nasional Komodo agar segera menginformasikan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia,” ujar Irwan.

Masyarakat yang menemukan petunjuk terkait korban atau kapal tersebut dapat melaporkannya kepada petugas kepolisian perairan atau melalui layanan call center 101 SPKT Polres Manggarai Barat.

Jajaran Ditpolairud Polda NTT juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Doa bersama dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebagai bentuk penghormatan kepada korban sekaligus dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.