23 October 2026

Get In Touch

Sekretaris PKB Jatim: Jihad Santri Hari Ini Melawan Karhutla

Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri
Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri

SURABAYA (Lentera) – Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri menyebut perjuangan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari jihad santri masa kini. 

Menurut Sekretaris DPW PKB Jawa Timur tersebut, semangat pengabdian santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga keselamatan masyarakat.

“Berarti, jihad santri hari ini adalah melawan karhutla,” ungkap Multazam saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Grha Gus Dur, Gayungsari, Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Ia mengatakan, tantangan pengabdian santri tidak lagi terbatas pada penguasaan ilmu agama dan pengabdian sosial. Santri juga perlu mengambil peran dalam menjaga bumi dan menyelamatkan lingkungan, terutama di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Di tengah tantangan zaman ini, salah satu medan pengabdian yang harus menjadi perhatian kita adalah menjaga bumi, menyelamatkan lingkungan, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Multazam itu mengingatkan, bahwa kebakaran hutan tidak hanya merusak pepohonan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat. Dampaknya meliputi gangguan kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya sumber penghidupan warga.

“Kita tidak boleh membiarkan hutan terbakar, udara tercemar, rakyat kehilangan sumber penghidupan, kesehatan masyarakat terancam asap, dan anak-anak kita mewarisi lingkungan yang rusak,” ujarnya.

Multazam menilai, jika dahulu perjuangan santri identik dengan mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajahan, kini semangat tersebut juga harus diwujudkan melalui perjuangan menjaga kelestarian alam. 

Tanggung jawab itu, kata dia, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas di lapangan. Santri dapat mengambil peran melalui edukasi kepada masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta mencegah praktik-praktik yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita sebagai manusia. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.

Untuk itu, Multazam mengajak, para santri menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum membangun gerakan kepedulian lingkungan, bukan sekadar seruan seremonial tahunan.

“Kalau belum mampu memadamkan api, jangan menjadi penyebab kebakaran. Kalau belum mampu meredakan bencana, setidaknya jangan ikut menciptakannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Multazam menambahkan, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan fondasi kuat, mulai dari pendidikan berkualitas, ekonomi yang berkeadilan, politik yang bermartabat, hingga kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat. 

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton ketika sejarah ditulis. Santri harus tampil sebagai penentu arah zaman,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.