Gubernur Khofifah Terbitkan SE Imbauan Salat Istisqa untuk Pemenuhan Suplai Air Bersih Warga
SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan salat istisqa’ untuk pemenuhan suplai air bersih bagi warga. Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa’, yang ditetapkan di Surabaya pada 20 Oktober 2026.
"Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan tapi hari ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggaran salat istisqa' secara lebih masif, mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang manfaat dan membawa Rahmat," ungkapnya, Selasa (20/10/2026).
Surat edaran tersebut ditujukan kepada bupati/wali kota se-Jawa Timur, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur. Penerbitannya memperhatikan kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa hingga awal Oktober 2026, sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.
Melalui surat edaran tersebut, Gubernur meminta para pihak menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa’ di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan, khususnya di daerah terdampak kekeringan.
Pelaksanaannya diharapkan melibatkan unsur Forkopimda, ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, takmir masjid, pondok pesantren, aparatur sipil negara (ASN), serta seluruh lapisan masyarakat. Selain melaksanakan salat istisqa’, masyarakat diajak memperbanyak istigfar, sedekah, dan doa memohon turunnya hujan, sekaligus menjaga serta menghemat penggunaan air.
Surat edaran itu juga menekankan penguatan sinergi untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Adapun waktu dan teknis pelaksanaan salat istisqa’ disesuaikan dengan situasi, kondisi, serta kearifan lokal masing-masing daerah.
Gubernur Khofifah menuturkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan turun pada Bulan Desember hingga Februari 2027. Oleh sebab itu upaya mitigasi menjadi hal penting yang harus terus diupayakan secara maksimal.
"Jadi apa yang tadi menjadi rekomendasi dari kepala balai Gakkum itu menjadi penting untuk dimitigasi bersama semuanya," pesannya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa penanganan kebakaran di kawasan di kawasan Tahura R Soerjo dan di wilayah Jatim pada umumnya menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air dan kualitas lingkungan. Setelah kondisi aman, penilaian kerusakan perlu menjadi dasar pemulihan ekosistem, terutama pada area yang memiliki fungsi penting bagi perlindungan sumber air.
Gubernur mengajak masyarakat memperkuat pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan, mematuhi pembatasan akses, serta segera melaporkan kemunculan api atau asap kepada petugas. Keterlibatan masyarakat dalam pemadaman harus berada dalam koordinasi petugas dan didukung perlengkapan yang sesuai.
“Yang kita perjuangkan adalah keselamatan manusia dan keberlanjutan kehidupan. Petugas harus terlindungi, warga harus aman, dan sumber air harus tetap terjaga. Inilah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan dengan gotong royong,” pungkasnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
