PYONGYANG (Lentera) – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un muncul ke publik dengan menghadiri Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional-2026 di Pyongyang, Senin (19/10/2026), bertepatan dengan maraknya rumor tak berdasar di media sosial dan tabloid yang menyebut dirinya meninggal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, mengutip Kompas.com, Rabu (21/10/2026), Kim langsung angkat bicara mengenai perkembangan sektor industri ringan di negaranya.
Sang pemimpin agung menyatakan, acara tersebut menunjukkan perkembangan sektor industri ringan, yang mendorong peningkatan kesejahteraan materi dan budaya rakyat serta menunjukkan kemajuan pesat.
Secara khusus, ia menyoroti kontribusi pabrik-pabrik yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir di bawah proyek pembangunan regional "20×10" miliknya.
Proyek tersebut bertujuan memperbaiki taraf hidup di wilayah pedesaan yang ia sebut sebagai daerah tertinggal.
Diberitakan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada Selasa (20/10/2026) pagi waktu Korea, foto-foto yang dirilis memperlihatkan Kim Jong Un sedang meninjau lokasi pameran bersama istri dan putrinya.
Dikutip dari NK News, kemunculan Kim Jong Un ini meredam desas-desus yang sempat liar beredar. Rumor tersebut mulai menyebar di platform media sosial X sejak, Minggu (18/10/2026) hingga keesokan hari.
Setidaknya dua akun populer yang menentang Partai Komunis China mengeklaim tanpa bukti, Kim meninggal atau koma dan dilarikan ke rumah sakit di Beijing, China.
Turkiye Today melaporkan, Kim Jong Un dirumorkan koma, karena mengalami pendarahan otak. Para analis langsung memantau Pyongyang, baik untuk melihat tanda-tanda perkabungan publik, maupun bukti ia masih hidup dan dalam kondisi sehat.
Hingga Senin malam waktu Amerika, isu ini sempat masuk daftar topik paling banyak dibicarakan (trending) di X maupun Bluesky. Berbagai tabloid dengan cepat menyajikan klaim bahwa Kim sedang koma, seolah-olah itu adalah fakta.
Akan tetapi, berdasarkan analisis NK News, gelombang rumor terbaru mengenai kematian pemimpin Korea Utara itu menyebar akibat fenomena berbagi (share) di media sosial yang kemungkinan dipicu oleh unggahan akun bot.
Klaim itu tidak didukung oleh sumber tepercaya mana pun, serta diperburuk oleh situs web dan tabloid yang menyebarluaskan kembali tanpa konfirmasi. Isu spekulatif mengenai kesehatan Kim Jong Un ini. bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya pada 2020, seorang eksekutif di perusahaan media terkemuka di Hong Kong pernah menyebarkan rumor serupa, hingga menjadi berita utama. Namun saat itu, Kim akhirnya kembali muncul ke publik meski sempat menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
