17 October 2026

Get In Touch

Dispussipda Kota Malang Anggarkan Rp75 Juta untuk Tambah Buku di PAK 2026

Ilustrasi: Pengunjung memilih buku bacaan di Perpustakaan Kota Malang, Jalan Besar Ijen, Kecamatan Klojen. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Pengunjung memilih buku bacaan di Perpustakaan Kota Malang, Jalan Besar Ijen, Kecamatan Klojen. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang menganggarkan sekitar Rp75 juta melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 untuk menambah koleksi buku.

Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan penambahan koleksi buku merupakan kebutuhan rutin untuk menjaga ketersediaan bahan bacaan yang relevan bagi masyarakat.

"Setiap tahun sebenarnya ada anggaran penambahan buku. Tetapi karena tahun ini ada efisiensi, sehingga tidak dianggarkan di APBD Murni 2026. Di PAK sudah kami usulkan karena memang koleksi buku harus diperbarui terus," ujar Yayuk, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, pengadaan buku tidak hanya berfokus pada satu jenis bacaan. Dispussipda mempertimbangkan kebutuhan dan minat masyarakat dalam menentukan koleksi yang akan ditambahkan.

Usulan buku dihimpun berdasarkan masukan pemustaka, salah satunya melalui penyebaran kuesioner. Dengan mekanisme tersebut, penambahan koleksi diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan pembaca, alih-alih ditentukan sepenuhnya oleh pihak perpustakaan.

"Tambahan koleksinya beragam. Saya lupa jumlah eksemplarnya. Tetapi tentunya kami tidak menentukan sendiri, ada usulan-usulan. Pemustaka biasanya diberi kuesioner cenderung memilih buku apa saja, itu yang kami usulkan untuk penambahan koleksi," jelasnya.

Diketahui, perpustakaan Kota Malang saat ini telah memiliki sekitar 132.000 judul buku yang dihimpun sejak awal beroperasi hingga sekarang.

Selain buku, Dispussipda juga mengembangkan koleksi naskah kuno sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan literasi dan pengetahuan masa lalu. "Sejak 2023 hingga saat ini, tercatat ada 39 naskah kuno yang telah dikoleksi," katanya. 

Beragam koleksi yang disediakan serta upaya menambah judul-judul buku tersebut menjadi bagian dari komitmen memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

Yayuk menilai, tingkat literasi masyarakat Kota Malang sudah cukup baik. Hal itu, menurutnya, tercermin dari tren kunjungan layanan perpustakaan, baik secara langsung maupun daring, yang terus meningkat setiap tahun.

"Setiap tahunnya tren kunjungan di kami selalu naik. Ada offline dan online," kata Yayuk.

Ia merinci, kunjungan langsung ke layanan perpustakaan mencapai sekitar 300 orang per hari. Adapun akses secara daring tercatat sekitar 400 orang per hari.

Diketahui, penambahan koleksi buku di Perpustakaan Kota Malang sempat terdampak efisiensi anggaran sehingga tidak terakomodasi dalam APBD Murni 2026.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.