16 October 2026

Get In Touch

Baru Dilantik, Kepala BNPB Segera Tangani Karhutla: Rakyat Sudah Terdampak!

Mayor Jenderal (Mayjen) Kristomei Sianturi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (15/10/2026) (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.)
Mayor Jenderal (Mayjen) Kristomei Sianturi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (15/10/2026) (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA (Lentera) -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi yang baru dilantik hari ini, Kamis (15/10/2026) akan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan segera.

Ia mengatakan, respons atas bencana ini harus cepat karena rakyat sudah terdampak.

"Ya targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi jangan sampai (menunggu), karena kan rakyat sudah terdampak, jadi harus segera," kata Kristomei saat diwawancarai di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, respons tak lagi berbilang hari, tetapi harus lebih cepat lagi, setiap menit harus ada respons terhadap bencana Karhutla tersebut.

"Makanya tadi saya bilang, responsif. Responsnya hitungan nya bukan jam, menit. Itu yang akan kita evaluasi ke depannya. Sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, penanganan bencana ibarat tali tambang, tidak bisa kuat jika tidak dilakukan secara bersama-sama.

Termasuk kerja sama dengan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Nah tentu ini tadi kan saya bilang rope analogy kan, jadi koordinasi dengan semua pihak yang ada, badan, kementerian, lembaga yang ada," tandasnya.

Sebagai informasi, bencana Karhutla di Indonesia lebih dari tiga bulan dan menyebabkan polusi udara di berbagai wilayah, termasuk negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Selain membakar hutan dan lahan di tiga pulau besar Indonesia, Kalimantan, Sumatera, dan Papua, bencana ini juga berdampak pada 1.813 penerbangan (*)

Editor: Arifin BH/Kompas

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.