16 October 2026

Get In Touch

Menhut RI: Penanganan Karhutla Berfokus Lindungi Zona Inti dan Penyelamatan Satwa Liar

Menhut RI, Raja Juli, tinjau kondisi karhutla di Palangka Raya
Menhut RI, Raja Juli, tinjau kondisi karhutla di Palangka Raya

PALANGKA RAYA (Lentera) - Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni kembali meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kali ini peninjauan fokus pada penyelamatan satwa liar, terutama orang utan, serta mencegah api memasuki zona inti.

Raja Juli mengatakan, dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, tetapi turut mengancam satwa liar yang tidak dapat meminta pertolongan ketika menghadapi kebakaran.

"Keprihatinan kita terhadap karhutla tidak hanya kepada masyarakat, kepada rakyat yang menjadi korban sesak napas, ISPA, tetapi ini juga kepada makhluk hidup lainnya, yang tidak bisa berteriak minta tolong," papar Raja Juli, Kamis (15/10/2026).

Ia mengatakan, sejak awal penanganan karhutla, Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan komunitas pecinta satwa dan lembaga yang memiliki fasilitas penangkaran, termasuk Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap satwa.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli, penyiapan obat bius untuk evakuasi satwa, penyediaan oksigen dan nebulizer untuk membantu pernapasan orangutan, serta pengamanan pusat rehabilitasi satwa dengan dukungan peralatan pemadam kebakaran.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menangani titik api iyang mengarah ke zona inti. Berdasarkan hasil rapat sebelumnya, api disebut belum memasuki wilayah inti sehingga upaya pemadaman difokuskan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan tersebut.

"Berdasarkan laporan, api belum masuk ke wilayah inti, karena itu kita mengupayakan untuk mengejar kepala api yang mengarah ke zona inti, agar tidak meluas masuk ke zona inti," jelasnya.

Raja Juli berharap, kerjasama antara TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan, dapat menahan pergerakan api sehingga tidak merusak keanekaragaman hayati, termasuk habitat orangutan. 

"Adapun luasan lahan terbakar yang mengarah ke zona inti sedang dalam proses penghitungan sebelum disampaikan secara transparan kepada publik," tutupnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.