14 October 2026

Get In Touch

Jepang, Indonesia, dan Afghanistan Prihatin atas Serangan Houthi di Arab Saudi

Kondisi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi beberapa saat setelah serangan kelompok Houthi. (foto:travel kompas)
Kondisi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi beberapa saat setelah serangan kelompok Houthi. (foto:travel kompas)

SURABAYA (Lentera) - Jepang, Indonesia, dan Afghanistan prihatin dan meminta dihentikannya serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Serangan kelompok Houthi terhadap bandara Riyadh di Arab Saudi telah menimbulkan korban sipil.

Jepang mengecam keras serangkaian serangan kelompok Houthi tersebut. Sementara Indonesia menyerukan penghentian siklus serangan dan aksi balasan di tengah meningkatnya konflik serta memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman. Sedangkan Afghanistan mengecam serangan terhadap bandara-bandara Arab Saudi dan menyebutnya sebagai tindakan yang "sangat disesalkan".

Kementerian Luar Negeri Jepang pada Minggu (11/10/2026) mendesak kelompok Houthi untuk segera menghentikan eskalasi setelah serangkaian serangan terhadap bandara internasional Arab Saudi pada 7–10 Oktober menyebabkan korban tewas, luka-luka, dan kerusakan fasilitas sipil.

"Serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun, dan Jepang kembali mengecam keras serangkaian serangan yang dilakukan Houthi," kata kementerian tersebut dalam pernyataannya melansir Anadolu Selasa (13/10/2026).

Tokyo juga mendesak kelompok Houthi untuk "segera menghentikan eskalasi situasi, baik di dalam maupun di luar Yaman". Perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi masyarakat internasional, termasuk Jepang, khususnya dalam menjaga keamanan energi.

Sementara itu, Indonesia pada Senin (12/10/2026) juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya pertempuran di Yaman, serangan Houthi terhadap bandara-bandara Arab Saudi, bertambahnya korban sipil, serta memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman.

"Indonesia dengan tegas mengecam seluruh serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menekankan pentingnya melindungi warga sipil dari dampak permusuhan," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Indonesia mendesak seluruh pihak untuk "mengakhiri siklus serangan dan aksi balasan, menahan diri semaksimal mungkin, serta memastikan bahwa seluruh tindakan dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional".

Jakarta juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah seluruh negara di kawasan tersebut. Indonesia turut menyerukan dialog dan diplomasi sebagai langkah untuk meredakan ketegangan.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan Abdul Qahar Balkhi mengecam serangan terhadap bandara-bandara Arab Saudi dan menyebutnya sebagai tindakan yang "sangat disesalkan".

"Eskalasi kekerasan dan meluasnya konflik mengancam keamanan dan stabilitas seluruh kawasan," kata Balkhi melalui platform media sosial X yang berbasis di AS.

Dia mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat semakin memperburuk ketegangan.

Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan pada Minggu (11/10/2026). Serangan itu terjadi setelah serangan sebelumnya yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.