SURABAYA (Lentera) –Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, mengajak generasi muda meningkatkan kapasitas diri, menguasai teknologi, dan menjaga integritas untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sebagai pengingat pentingnya peran anak muda dalam menentukan masa depan daerah.
Ajakan itu disampaikan Musyafak dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Jawa Timur dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
“Kepada generasi muda Jawa Timur, mari tingkatkan kapasitas diri, kuasai teknologi, dan jaga integritas. Jawa Timur membutuhkan generasi penerus yang kreatif, kompeten, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” ungkap Musyafak.
Menurut Politisi PKB tersebut, generasi muda memiliki peran penting dalam menjawab perubahan zaman. Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kompetensi dan integritas agar anak muda tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menghasilkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Musyafak menegaskan, pembangunan Jawa Timur tidak dapat dicapai hanya melalui peran pemerintah. Partisipasi berbagai elemen, termasuk dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan generasi muda, dibutuhkan untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan.
“Keberhasilan Jawa Timur tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Pembangunan membutuhkan partisipasi pemerintah daerah, jajaran TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, ins
Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan Indonesia. Potensi sektor pertanian, kelautan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dikelola secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Musyafak menilai, potensi ekonomi tersebut harus diikuti pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Pertumbuhan ekonomi perlu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Kebijakan dan anggaran daerah harus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan,” pungkasnya.
Menurut Musyafak, pembangunan yang merata dan berkelanjutan membutuhkan kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus keterlibatan berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, generasi muda diharapkan mengambil peran melalui peningkatan kompetensi, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH





.jpg)
