09 October 2026

Get In Touch

Kecamatan Trenggalek Sabet Juara Umum MTQ Ke-33, Siap Berlaga di Tingkat Provinsi

Para peserta terbaik MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Trenggalek menerima trophy dan piagam penghargaan usai mengikuti rangkaian perlombaan, dengan Kecamatan Trenggalek berhasil meraih predikat juara umum tahun 2026.
Para peserta terbaik MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Trenggalek menerima trophy dan piagam penghargaan usai mengikuti rangkaian perlombaan, dengan Kecamatan Trenggalek berhasil meraih predikat juara umum tahun 2026.

TRENGGALEK (Lentera) – Kecamatan Trenggalek keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Kabupaten Trenggalek tahun 2026. Raihan nilai tertinggi dari berbagai cabang perlombaan mengantarkan kafilah Kecamatan Trenggalek menjadi yang terbaik dalam gelaran yang berlangsung selama 1 hari tersebut.

MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Trenggalek resmi ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Trenggalek, dr. Sunarto, Kamis (8/10/2026). Penutupan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek.

Sebagai juara umum, Kecamatan Trenggalek mendapatkan trophy, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas capaian peserta dalam sejumlah cabang yang diperlombakan.

Sunarto mengatakan, hasil yang diraih para peserta tidak hanya menjadi ukuran prestasi, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Trenggalek.

"MTQ ini bukan semata-mata hanya untuk mengejar prestasi," kata Sunarto.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni mendorong peningkatan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang paling penting bagaimana pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai kemuliaan yang diajarkan dalam Al-Qur’an bisa terlaksana dengan baik dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

MTQ ke-33 tahun ini diikuti 301 peserta yang terdiri dari 134 putra dan 167 putri. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 344 peserta.

Meski jumlah peserta mengalami penurunan, Sunarto menilai kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas pelaksanaan maupun semangat peserta dalam mengikuti setiap cabang perlombaan.

"Walaupun jumlah peserta tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, mudah-mudahan kualitas penyelenggaraan dan penghayatan Al-Qur’an dari para peserta semakin baik," ujarnya.

Dalam perlombaan tahun ini, dewan juri independen melakukan penilaian terhadap peserta pada sejumlah kecabangan. Di antaranya Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, dan Khoth Qur’an yang seluruhnya terbagi dalam kategori putra dan putri.

Selain juara umum, penghargaan juga diberikan kepada peserta yang meraih predikat Terbaik I, II, dan III pada masing-masing kecabangan.

Sunarto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ ke-33. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari berbagai unsur.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-33 ini," ungkapnya.

Setelah MTQ tingkat kabupaten berakhir, perhatian selanjutnya diarahkan pada persiapan kafilah yang akan mewakili Trenggalek di tingkat Provinsi Jawa Timur. Para peserta yang berhasil meraih hasil terbaik diminta mempersiapkan diri secara lebih matang.

"Kepada yang mendapatkan nilai terbaik, kami titip untuk benar-benar mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat provinsi," pesan Sunarto.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada para kafilah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta sekaligus mempersiapkan wakil terbaik Trenggalek untuk bersaing pada ajang tingkat provinsi.

Sunarto berharap proses pembinaan tidak berhenti setelah kompetisi tingkat kabupaten selesai. Para peserta diharapkan terus meningkatkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami, sekaligus mengamalkan Al-Qur’an.

"Mudah-mudahan kita semua bisa lebih meningkatkan lagi, tentunya dari sisi penguasaan Al-Qur’annya juga, kemudian dalam pengamalan Al-Qur’annya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.