09 October 2026

Get In Touch

Profesor Jeonbuk National University Puji Gagasan Bupati Trenggalek, Tertarik Beri Kesempatan Mahasiswa Trenggalek

Delegasi Jeonbuk National University, Korea Selatan, melihat langsung inovasi energi surya yang diperkenalkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam rangkaian kunjungan untuk mengenal potensi dan inovasi daerah.
Delegasi Jeonbuk National University, Korea Selatan, melihat langsung inovasi energi surya yang diperkenalkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam rangkaian kunjungan untuk mengenal potensi dan inovasi daerah.

TRENGGALEK (Lentera) – Potensi lingkungan dan berbagai inovasi pembangunan di Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari delegasi Jeonbuk National University, Korea Selatan. Kunjungan ini sekaligus menjadi penjajakan peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa asal Trenggalek mengikuti program di Jeonbuk National University.

Delegasi yang datang terdiri dari 3 orang, yakni 2 pengajar Jeonbuk National University dan 1 perwakilan agen kerja sama dari Korea Selatan. Selama 2 hari berada di Trenggalek, mereka melihat langsung sejumlah potensi daerah, khususnya kawasan pesisir selatan.

Profesor Kyungyon Moon yang memimpin delegasi mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan Trenggalek. Ia menilai upaya menjaga kelestarian alam, termasuk perlindungan kawasan pesisir, menunjukkan adanya visi pembangunan yang kuat.

"Saya pikir daerah ini sangat damai dan ramah lingkungan. Saya tidak pernah mendatangi daerah seperti ini sebelumnya dan tidak menyangkanya," ujar Kyungyon, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, kebijakan perlindungan lingkungan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menjadi hal yang menarik. Ia bahkan menilai gagasan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin cukup visioner karena telah menerapkan pendekatan yang menurutnya jarang ditemukan di tingkat daerah.

"Perlindungan wilayah pesisir sangat mengesankan. Bupati Anda adalah pemimpin yang visioner dan pelopor. Ide seperti ini sangat menarik karena sudah diterapkan di tingkat pedesaan," katanya.

Kyungyon menambahkan, berbagai gagasan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap perkembangan Trenggalek apabila dilakukan secara konsisten.

Selain tertarik dengan inovasi pembangunan daerah, Kyungyon juga melihat peluang pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menyampaikan keinginan untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa asal Trenggalek mengikuti program di Jeonbuk National University.

"Saya ingin menerima lebih banyak mahasiswa dari Trenggalek. Jika ada mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi, saya akan berusaha mengikutsertakan mereka dalam program kami," jelasnya.

Mahasiswa yang memperoleh pengalaman dan pendidikan tersebut diharapkan nantinya dapat kembali ke daerah dan berkontribusi terhadap pembangunan Trenggalek.

Selama kunjungan, Bupati Mochamad Nur Arifin turut mendampingi delegasi untuk mengenalkan berbagai potensi dan inovasi yang dikembangkan di Trenggalek.

Di bidang penanganan kemiskinan, Bupati memperkenalkan penguatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui zakat dan infak aparatur sipil negara (ASN). Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung program penanganan kemiskinan di daerah.

Selain itu, delegasi dikenalkan dengan Posko GERTAK yang menjadi pusat koordinasi penanganan kemiskinan serta Rumah Perempuan di kompleks Pendopo Manggala Praja Nugraha. Fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dan kelompok rentan.

Pada sektor lingkungan dan kebencanaan, delegasi juga diperkenalkan dengan mesin penangkap uap air dari udara yang dikembangkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek. Inovasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi persoalan kekeringan.

Sementara itu, salah satu staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek turut memperkenalkan mesin peringatan bencana hasil pengembangan lokal.

Rangkaian kunjungan juga diisi dengan pengenalan potensi budaya Trenggalek melalui jamuan makan malam di Hutan Kota. Delegasi menikmati pertunjukan musik gamelan dan Tari Gambyong sebagai bagian dari penyambutan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi, inovasi, dan pendekatan pembangunan Trenggalek kepada akademisi dari Korea Selatan, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda daerah. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.