08 October 2026

Get In Touch

Bekas Bos Intelijen Jerman Harus Pensiun di Penjara

August Hanning dituding membeli dan menjual rahasia Jerman ke negara lain. Ia pun batal pensiun dengan tenang (AP)
August Hanning dituding membeli dan menjual rahasia Jerman ke negara lain. Ia pun batal pensiun dengan tenang (AP)

BERLIN (Lentera) -Jerman terguncang oleh salah satu skandal mata-mata serius. Pelakunya adalah Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Bundesnachrichtendienst/BND, 1998-2005, August Hanning (80).

Dilaporkan media Jerman, Deutsche Welle, Rabu (7/10/2026), Hanning telah ditangkap. Selain itu, aparat juga menangkap bekas bawahan Hanning yang masih bekerja di bidang intelijen.

Bekas bawahan itu hanya disebut sebagai Manfred D dan bekerja di kantor Direktur BND pada 2010-Maret 2026. Mereka sama-sama akan segera diajukan ke pengadilan untuk mendengar dakwaan. Jadwalnya belum diketahui. Jika bersalah, Hanning harus menghabiskan sisa masa pensiunnya di penjara.

Selepas pensiun, Hanning bekerja di pemerintahan lalu lembaga konsultansi. Ia terus menjaga relasi dengan mitranya di BND dan berbagai lembaga lain, termasuk dengan Manfred D.

Dengan imbalan uang dari lembaga konsultansi, Manfred D memberi setidaknya 2.000 dokumen rahasia dan sangat rahasia kepada Hanning. Lalu, Hanning menjual lagi informasi itu ke pihak asing. Menurut sejumlah pihak, Hanning tidak menjual informasi itu ke Rusia.

Media Jerman, Der Spiegel, menyebut adanya dugaan keterkaitan Hanning dengan negara kaya gas, Azerbaijan. Jaksa Federal Jerman yang menangani kasus tersebut menolak memberi komentar atas laporan majalah tersebut. ”Hanning diduga kuat melakukan pengkhianatan, mendapatkan rahasia negara, serta upaya subversi dan mata-mata,” demikian pernyataan tertulis Kejaksaan Jerman.

Dalam sejarah Jerman, belum pernah ada direktur atau bekas direktur BND ditangkap. Wakil Ketua Parlemen Jerman Omid Nouripour menyebut penangkapan Hanning sebagai hal yang amat mengejutkan. Skandal itu dikhawatirkan merusak hubungan komunitas intelijen Jerman dengan negara sekutu dan sahabat.

Adapun Hanning tidak menanggapi permintaan informasi media terkait kasusnya. Kantor Pemerintah Jerman juga tidak memberikan tanggapan terkait skandal ini.

Sekretaris utama

Sekitar 2015, Hanning disebut mulai bersepakat dengan pejabat tinggi di BND. Di Indonesia, jabatan orang yang dikontak Hanning itu setara sekretaris utama (sestama).

Manfred D menjadi sestama bagi sejumlah Direktur BND hingga Maret 2026. Jabatannya yang tinggi memungkinkan dia mendapat pasokan informasi intelijen Jerman. Menurut jaksa, informasi itu dijualnya kepada klien negara asing.

Koran Jerman, Sueddeutsche Zeitung (SZ), melaporkan, beberapa dokumen terkait skandal ini adalah material soal program nuklir Iran dan militer Rusia. Ada juga beberapa bahan yang masuk kategori rahasia di beberapa negara sekutu Jerman.

Kejaksaan Jerman mengatakan, Hanning menggunakan informasi yang dipasok D untuk bahan analisa strategis yang dia berikan kepada lembaga intelijen asing selama bertahun-tahun. Dia juga bertahun-tahun memasok informasi situasi politik kepada agen intelijen asing yang menurut Der Spiegel adalah agen dari Azerbaijan.

”Jeman tidak akan membiarkan pembocoran rahasia negara. Siapa pun yang bersekutu dengan musuh sistem liberal demokrasi kita akan ketahuan,” ujar Komite Pengawas Intelijen di Parlemen Jerman Marc Henrichmann.

Pengkhianatan dapat dipidana dengan penjara seumur hidup di Jerman. Kasus itu teungkap setelah bulan lalu Pemerintah Jerman melakukan perombakan kerja BND dengan kewenangan yang lebih besar untuk melalukan operasi tertutup.

Lebocoran intelijen

Sejumlah kasus kebocoran intelijen menghantui Jerman. Sebelum kasus Hanning, ada kasus Günter Guillaume pada 1974. Waktu itu, Jerman masih terbagi atas barat dan timur.

Kanselir Jerman Barat 1969-1974 Willy Brandt mempekerjakan Guillaume sebagai asistennya. Belakangan, Guillaume terkuak sebagai mata-mata Jerman Timur. Skandal itu memaksa Brandt mengundurkan diri.

Menjelang Tembok Berlin runtuh, ada lagi kasus mata-mata Jerman Timur di Jerman Barat. Petugas kontra intelijen Jerman Barat, Klaus Kuron, diketahui sebenarnya pejabat intelijen Jerman Timur yang menyusup.

Di era Jerman bersatu, ada beberapa kasus lain. Pada 2014, seorang pegawai BND, yang hanya disebut sebagai Markus R, diketahui memasok informasi bagi badan intelijen Amerika Serikat, CIA.

Sementara pada 2022, seorang petinggi BND bernama Carsten L menjual informasi ke Rusia. Ia memberi data terkait Ukraina.

Lalu pada 2024, Direktur Intelijen Dalam Negeri Jerman (Bundesamt fuer Verfassungsschutz/BfV) Hans-Georg Maassen dipantau. Sebab, ia diduga terlibat dalam gerakan politik ekstrim kanan. Maassen membantah tuduhan tersebut.

Konstantin von Notz, anggota parlemen dari kubu oposisi Partai Hijau, mengatakan, dakwaan terhadap Hanning sangat serius dan perlu dilakukan investigasi atas kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan.

Notz yang duduk di Komite Intelijen mengatakan sudah berulang kali mengkritik dan curiga atas sepak terjang mantan pejabat tinggi Jerman. ”Apa yang mereka lakukan sangat terang benderang dan jadi titik masuk yang mudah bagi intelijen dari negara lawan,” katanya (*)

Editor: Arifin BH/Reuters-AFP

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.