07 October 2026

Get In Touch

Seluruh Penerbangan di Bandara Rendani Manokwari Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari Herman Sujito menunjukkan pembatalan sejumlah rute penerbangan akibat asap karhutla di Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10/2026). (foto:ist/Ant)
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari Herman Sujito menunjukkan pembatalan sejumlah rute penerbangan akibat asap karhutla di Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10/2026). (foto:ist/Ant)

MANOKWARI (Lentera) - Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat mengungkapkan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Rendani pada Selasa (6/10/2026), terpaksa dibatalkan karena kabut asap mengurangi jarak pandang pilot.

Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito mengatakan ketebalan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap jarak pandang, yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan operasional.

“Hari ini semua rute penerbangan dibatalkan karena jarak pandang saat pagi hari itu hanya sekitar 3 kilometer, dan siangnya hanya 1 kilometer saja,” ujarnya di Manokwari mengutip Antara, Selasa (6/10/2026).

Dia menjelaskan, bahwa rute penerbangan komersial yang terdampak meliputi, Jakarta-Manokwari, Makassar-Manokwari, Manokwari-Sorong, Kaimana-Manokwari, Jayapura-Manokwari, dan Nabire-Manokwari.

Selain itu terdapat tiga rute penerbangan perintis siang hari yang juga dibatalkan karena membahayakan keselamatan operasional, yaitu penerbangan Wasior-Manokwari, Manokwari-Kambuaya, dan Manokwari-Teminabuan.

“Penerbangan komersial maupun perintis tidak bisa beroperasi, karena jarak pandang di bawah ketentuan keselamatan operasional,” kata Herman.

Dia berharap, masyarakat pengguna jasa transportasi udara memahami situasi yang berada di luar kendali manusia, karena pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang maupun awak pesawat.

UPBU Rendani terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar bagi maskapai kembali mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Manokwari.

“Kami tentu berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal,” ujarnya.

Salah satu calon penumpang penerbangan rute Manokwari-Jakarta, Ari Pomanto menyebut pihak maskapai telah menginformasikan pembatalan sekaligus memberikan perubahan jadwal baru untuk, Kamis (7/10/2026) guna mengantisipasi kondisi yang sama pada Rabu.

“Saya harusnya berangkat siang ini tapi batal dan dipindahkan ke Kamis, kalau mau refund juga bisa tapi ada potongan 10 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Danang Tri Soesilo menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Manokwari juga dipengaruhi karhutla di Papua Selatan, dan Papua Nugini (PNG).

Asap kiriman dari Papua Selatan dan PNG mempertebal kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat, antara lain Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, dan Fakfak.

"Termasuk juga karhutla dari Maybrat, Papua Barat Daya yang asapnya kena sampai ke Manokwari,” ujarnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.