09 October 2026

Get In Touch

Trenggalek Soccer League 2026 Digelar November, 32 Klub Didorong Penuhi Persyaratan

Askab PSSI Trenggalek menggelar sosialisasi persiapan Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 kepada perwakilan klub, termasuk pembahasan persyaratan pendaftaran dan administrasi sebelum kompetisi dijadwalkan bergulir November 2026.
Askab PSSI Trenggalek menggelar sosialisasi persiapan Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 kepada perwakilan klub, termasuk pembahasan persyaratan pendaftaran dan administrasi sebelum kompetisi dijadwalkan bergulir November 2026.

TRENGGALEK (Lentera) – Kompetisi Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 mulai dipersiapkan untuk bergulir pada November mendatang, Askab PSSI Trenggalek menggelar sosialisasi kepada klub peserta untuk memastikan seluruh persyaratan kompetisi dapat dipenuhi sebelum liga dimulai.

Sosialisasi tersebut diikuti klub yang berada di Liga 1 maupun Liga 2, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kelengkapan administrasi klub. Termasuk penggunaan aplikasi SIAP, yang menjadi bagian dari sistem administrasi sepak bola di bawah Asprov PSSI Jawa Timur.

Exco Askab PSSI Trenggalek, Budi Santoso mengatakan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada klub mengenai aturan dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam mengikuti TSL 2026.

"Hari ini kita mengundang klub dari Liga 1 dan Liga 2 untuk mensosialisasikan persyaratan serta ketentuan yang harus diikuti klub dalam mengikuti TSL. Acuannya berpedoman pada Asprov PSSI Jawa Timur dengan menggunakan aplikasi SIAP," kata Budi.

Menurut Budi, persoalan administrasi klub sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Klub telah didorong untuk memiliki aplikasi SIAP sekaligus memenuhi persyaratan legalitas berupa badan hukum.

Namun, hingga saat ini baru sebagian klub yang telah memenuhi kedua persyaratan tersebut. Dari total 32 klub yang menjadi anggota Askab PSSI Trenggalek, baru 8 klub yang tercatat telah berbadan hukum dan memiliki aplikasi SIAP.

"Sebetulnya aplikasi SIAP sudah diinformasikan kepada klub sejak tiga tahun yang lalu. Saat gelaran TSL tiga tahun lalu, klub juga sudah diberikan masukan untuk segera mengurusnya, termasuk klub harus memiliki aplikasi SIAP dan berbadan hukum," jelasnya.

"Namun sampai saat ini baru 8 klub yang sudah berbadan hukum dan memiliki aplikasi SIAP di Trenggalek," imbuh Budi.

Secara keseluruhan, Askab PSSI Trenggalek memiliki 32 klub anggota, rinciannya 8 klub berada di Liga 1 dan 24 klub lainnya berkompetisi di Liga 2.

Budi mengatakan, pihaknya akan mendorong sekaligus membantu klub agar dapat memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Jawa Timur. Dengan demikian, seluruh klub memiliki kesiapan administrasi sebelum kompetisi resmi digulirkan.

"Kita dorong semuanya dan kita bantu semuanya. Askab juga membantu bagaimana agar tim-tim atau klub-klub yang ada di Trenggalek mematuhi aturan yang sudah ditentukan oleh Asprov PSSI Jawa Timur," ujarnya.

TSL 2026 sendiri direncanakan menggunakan format kompetisi liga yang terbagi menjadi Liga 1 dan Liga 2. Untuk Liga 1 yang diikuti 8 klub, kompetisi akan dibagi ke dalam 2 grup.

Masing-masing grup nantinya berisi 4 klub, dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak 4 besar untuk memperebutkan posisi juara kompetisi.

Sementara itu, persaingan juga akan berlangsung di papan bawah. Tim yang menempati peringkat ketiga Liga 1 akan menjalani pertandingan playoff menghadapi salah satu finalis Liga 2.

Adapun klub yang berada di posisi keempat Liga 1, secara otomatis akan terdegradasi ke Liga 2 pada musim berikutnya.

Format tersebut membuat persaingan tidak hanya terjadi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga untuk menjaga posisi di kasta tertinggi sepak bola Trenggalek.

Budi menyebut, pelaksanaan TSL bukan sekadar agenda kompetisi rutin. Turnamen tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.

"Tujuan kami seperti itu, biar pemain dari Trenggalek bisa berkembang dan pemain Trenggalek bisa mengorbit sampai ke level yang lebih atas," katanya.

Menurutnya, keberadaan TSL telah memberikan ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus membuka peluang menuju kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Budi mencontohkan, salah satu pemain yang dinilai berhasil berkembang melalui kompetisi lokal Trenggalek. Ia menyebut Toni Firmansyah yang saat ini memperkuat Persebaya di kompetisi Liga 1.

"Tahun 2023 kemarin kita ada satu pemain yang sekarang memperkuat Persebaya. Toni Firmansyah merupakan binaan Panggul yang kemudian bisa mengorbit bersama tim Panggul dan sekarang menjadi pemain Persebaya di Liga 1," ungkapnya.

Dengan persiapan yang mulai dilakukan, Askab PSSI Trenggalek berharap, seluruh klub segera melengkapi persyaratan administrasi dan legalitas. TSL 2026 ditargetkan dapat bergulir pada November dengan sistem kompetisi yang memberikan ruang bagi klub sekaligus pemain lokal untuk berkembang.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.