03 October 2026

Get In Touch

Ahmad Dhani Tampung Aspirasi Calon Mahasiswa KIP-K, Rektor Unitomo Siapkan Beasiswa Afirmasi

Salah satu calon mahasiswa unitomo yang mengadu belum keterima kuliahnya melalui jalur KIP-K karena terkendala Desil
Salah satu calon mahasiswa unitomo yang mengadu belum keterima kuliahnya melalui jalur KIP-K karena terkendala Desil

SURABAYA (Lentera) -Persoalan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Serap Aspirasi Publik yang digelar di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, Jumat (2/10/2026). Dalam forum tersebut, seorang calon mahasiswa Unitomo mengungkapkan kendala memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) akibat persoalan desil kesejahteraan, meskipun dirinya mengaku berasal dari keluarga kurang mampu.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung di hadapan Anggota DPR RI Komisi X, Ahmad Dhani Prasetyo, dan Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. Calon mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa dirinya telah mendaftar melalui jalur KIP-K, tetapi hingga saat ini belum dinyatakan sebagai penerima beasiswa karena data kesejahteraannya tercatat pada desil 6–10.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam dialog yang mengangkat tema “Kecermatan Rakyat untuk Undang-Undang Perampasan Aset dalam Pemberantasan Korupsi Menuju Indonesia Bersih”. Selain membahas isu legislasi dan pemberantasan korupsi, forum ini juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ahmad Dhani menyatakan akan menyampaikan persoalan akses beasiswa bagi masyarakat kurang mampu kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengemukakan gagasan mengenai kemungkinan penyesuaian sebagian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas kuota beasiswa pendidikan.

“Kita akan mencoba menyampaikan kepada Bapak Presiden untuk memotong sedikit anggaran MBG guna menambah kuota beasiswa,” tutur Ahmad Dhani dalam dialog tersebut.

Pernyataan itu menjadi salah satu respons atas persoalan ketepatan sasaran bantuan pendidikan, terutama bagi calon mahasiswa yang secara ekonomi membutuhkan dukungan, tetapi terkendala kriteria administratif dalam proses seleksi beasiswa.

Sementara itu, Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, merespons langsung persoalan yang disampaikan calon mahasiswa tersebut. Sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, ia menyatakan akan memberikan beasiswa afirmasi kepada calon mahasiswa yang terkendala persyaratan desil dalam seleksi KIP-K.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terhambat oleh keterbatasan ekonomi maupun kendala administratif yang dihadapinya.

Respons Rektor Unitomo ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan akses pendidikan. Melalui beasiswa afirmasi, Unitomo berupaya memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang membutuhkan agar tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Ahmad Dhani dan Prof. Siti Marwiyah tersebut tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai kebijakan publik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh tanggapan langsung atas persoalan yang mereka hadapi.

Aspirasi calon mahasiswa mengenai kendala beasiswa KIP-K ini menjadi pengingat bahwa perluasan akses pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan program bantuan, tetapi juga dengan upaya memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan (*)

Editor: Arifin BH/Rls

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.