SURABAYA (Lentera) – Rencana eksplorasi sumur minyak di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendapat perhatian Fraksi NasDem DPRD Jatim. Ketua Fraksi NasDem DPRD Jatim KH Nasih Aschol, meminta hasil kajian terkait rencana pengeboran disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
Di Bangkalan, terdapat sekitar 446 sumur minyak yang tersebar di delapan desa pada empat kecamatan. Pemprov Jatim dan Pemkab Bangkalan saat ini masih menunggu mekanisme serta rekomendasi dari Kementerian ESDM terkait pengelolaan sumur minyak tersebut.
Nasih mengatakan, kajian sebelum eksplorasi tidak cukup hanya melihat potensi teknis maupun volume minyak yang dapat dihasilkan. Menurutnya, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan juga harus menjadi bagian penting dalam kajian.
"Tidak hanya dilakukan sebuah kajian terkait sejauh mana sumur itu akan dieksplorasi atau dibor, tetapi lebih kepada bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Kajian harus lebih menyeluruh, jangan sampai pengeboran ini justru menimbulkan kerusakan lingkungan," ungkap Nasih, Jumat (2/10/2026).
Karena itu, Nasih meminta hasil dari setiap kajian yang dilakukan dapat diketahui masyarakat, termasuk terkait potensi dan langkah mitigasi apabila eksplorasi dilakukan.
"Masyarakat perlu tahu hasil dari setiap kajian yang dilakukan. Oleh karena itu, sosialisasi terkait rencana pengeboran ini harus disampaikan secara transparan dan langsung kepada masyarakat," paparnya.
Nasih juga menyebut pengelolaan sumur minyak dapat memberikan manfaat apabila mampu berdampak signifikan terhadap pembangunan infrastruktur dan perekonomian masyarakat Madura.
"Kalau bicara di Madura, yang paling dibutuhkan adalah pembangunan infrastruktur. Jika infrastruktur penunjang dibangun, titik-titik tersebut tidak hanya menghubungkan antar-sumur, tetapi juga menghubungkan aktivitas perekonomian masyarakat sehingga ekonomi lokal bisa tumbuh," pungkasnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH





.jpg)
