MALANG (Lentera) -Puluhan siswa di salah satu sekolah di Kota Malang sempat mengalami keluhan flu dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur.
Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan kondisi para siswa tersebut kini berangsur pulih dan sebagian telah kembali masuk sekolah.
"Kalau tidak salah ada di salah satu sekolah di Kecamatan Blimbing. Itu dari Senin minggu lalu. Tetapi sekarang sudah berangsur-angsur mulai masuk semua. Mereka flu tetapi tidak berat," ujar Plt Sekretaris Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Selasa (29/9/2026).
Disebutkannya, jumlah siswa yang sempat mengalami keluhan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 siswa. Hingga Selasa (29/9), Disdikbud Kota Malang juga belum menerima laporan adanya kasus baru dari sekolah. "Mulai reda, belum ada laporan kasus baru," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud Kota Malang telah menerbitkan Surat Edaran tentang kewaspadaan ISPA di lingkungan satuan pendidikan pada 25 September 2026.
Melalui SE tersebut, satuan pendidikan diminta meningkatkan promosi dan edukasi kesehatan kepada seluruh warga sekolah. Upaya pencegahan dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di antaranya mencuci tangan menggunakan sabun, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Warga sekolah juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin. Penggunaan masker dianjurkan pada kondisi atau lingkungan yang berisiko terhadap penularan penyakit pernapasan, termasuk ketika terdapat paparan polusi dan asap.
Warga sekolah diimbau menghindari kerumunan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama jika gejala yang dirasakan memburuk.
Disdikbud juga meminta satuan pendidikan berkoordinasi dengan tim puskesmas di wilayah masing-masing untuk mendukung kesiapsiagaan dan respons cepat apabila terjadi peningkatan kasus pada satuan pendidikan.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
