30 September 2026

Get In Touch

Mendikdasmen Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Peran Aktif Masyarakat dalam Mendukung Program Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh saat acara Kesyukuran 4 Dasawarsa Ponpes Al-Ishlah pada Minggu (27/9/20
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh saat acara Kesyukuran 4 Dasawarsa Ponpes Al-Ishlah pada Minggu (27/9/20

LAMONGAN (Lentera) — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., menegaskan pentingnya kolaborasi dan peran aktif masyarakat dalam mendukung program pendidikan nasional. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Kesyukuran 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah, Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026).

Dalam pidatonya, Mendikdasmen menyoroti betapa besar kontribusi lembaga pendidikan swasta, khususnya pesantren dan lembaga pendidikan Islam, dalam membantu tugas pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan kesejahteraan umum sesuai amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.

Abdul Mu'ti mengapresiasi kemandirian masyarakat dan para pimpinan pesantren seperti KH. Dawam Saleh (Pengasuh Ponpes Al-Ishlah) yang mengelola dan membesarkan pesantren secara mandiri tanpa bergantung penuh pada anggaran negara.

"Bantuan seperti ini, ta'awun ala al-birri wa al-taqwa, tidak kita temukan di negara-negara muslim yang lainnya. Di tetangga kita Malaysia atau Saudi Arabia, hampir seluruh fasilitas pendidikan dikelola oleh negara. Namun di sini, sebagian besar pendidikan justru diselenggarakan oleh masyarakat," ujar Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menambahkan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal negara (APBN/APBD) menjadikan dukungan swasta sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung visi "Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan Partisipasi Semesta".

Sebagai wujud keadilan, Mendikdasmen memastikan bahwa program prioritas pemerintah seperti revitalisasi sekolah juga menyasar lembaga pendidikan swasta. Pada tahun 2025, dari total 16.167 sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi, sebanyak 23 persen di antaranya merupakan sekolah swasta. Beliau juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mengalokasikan anggaran guna memfasilitasi pendidikan berbasis masyarakat.

Abdul Mu'ti juga memaparkan tiga misi utama pendidikan dan penguatan karakter. Mengutip ayat-ayat Al-Qur'an, Mendikdasmen menjabarkan bahwa risalah dan misi utama pendidikan sejatinya meneladani tiga misi kenabian Rasulullah SAW, yaitu: Tilawah (membaca dan mengenalkan literasi); Ta'lim (mengajarkan ilmu pengetahuan dan hikmah); Tazkiyah (penyucian jiwa dan pembinaan moral/akhlak).

"Misi pendidikan adalah membuat masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, serta mengubah akhlak yang mazmumah (tercela) menjadi akhlaqul karimah (mulia)," tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tanpa didasari iman dan moral yang kuat justru berpotensi merusak. Pintar saja tanpa akhlak dapat membuat seseorang tersesat (kablinger) dan menyalahgunakan ilmunya untuk hal-hal yang merugikan, seperti korupsi. Oleh karena itu, sesuai UU Sisdiknas, pendidikan harus mampu membentuk kecerdasan spiritual dan membangun karakter bangsa yang unggul.

Menutup pidatonya, Mendikdasmen menyampaikan ucapan selamat dan doa atas peringatan 40 tahun Pondok Pesantren Al-Ishlah. Beliau menekankan bahwa angka 40 memiliki makna historis dan spiritual yang sangat penting, sebagaimana usia saat Rasulullah SAW pertama kali menerima wahyu.

Dengan semangat islah (pembaharuan) dan didukung landasan teologis bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu (Surah Al-Mujadilah: 11), beliau berharap Ponpes Al-Ishlah Sendangagung dibawah pengasuhan Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh terus berkembang, bertambah kuat, serta konsisten melahirkan generasi yang cerdas, berilmu, dan berakhlaqul karimah.

"Ini prinsip yang kita bangun, sehingga dengan prinsip ta'awun atau gotong royong, kita semuanya bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi. Sekali lagi maturnuwun, Pak Kiai. Mudah-mudahan Al-Ishlah ini, sesuai dengan namanya, akan terus berkembang. Karena ada semangat pembaharuan, semangat reformasi, islah, yang dengan islah itu tidak hanya kita berusaha menjadi lebih baik lagi, tapi juga kita berusaha menjadi lebih besar dan lebih kuat lagi," katanya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.