28 September 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Hadiri Pelantikan Wagub Emil sebagai Ketua Umum MES Jatim 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam acara Pelantikan dan Seminar Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah MES Jawa Timur di Grand City Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam acara Pelantikan dan Seminar Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah MES Jawa Timur di Grand City Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pelantikan dan Seminar Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur di Grand City Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmi dilantik sebagai Ketua Umum PW MES Jawa Timur Periode 2026–2031. Emil kembali dipercaya memimpin MES Jawa Timur setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum periode 2022–2025.

Pelantikan Emil beserta 85 orang Pengurus Wilayah MES Jawa Timur dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Setelah prosesi pelantikan, Emil memimpin pembacaan ikrar seluruh pengurus yang baru dilantik.

Gubernur Khofifah menyampaikan selamat kepada Emil dan seluruh jajaran pengurus yang dilantik. Ia mengapresiasi dedikasi MES dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Wagub yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES untuk 5 tahun ke depan,” kata Gubernur Khofifah.

“Sebelumnya, Pak Wagub juga menjadi Ketua Umum untuk periode 2022-2025, dan saya melihat langsung betapa dedikasi beliau sangat kuat untuk ekonomi syariah di Jawa Timur," imbuhnya.

Menurut Khofifah, kehadiran MES dan kepemimpinan Emil telah memperkuat kerja sama antarpelaku dalam ekosistem ekonomi syariah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal besar berupa kekuatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, serta berbagai sektor produktif lainnya. Seluruh kekuatan tersebut perlu dihubungkan dalam satu rantai nilai halal atau halal value chain yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Secara lebih luas, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

"Dan perekonomian kita ini banyak ditopang oleh ekosistem halal, UMKM, dan produk pesantren. Maka, di Jawa Timur, kita memang sedang mengusahakan halal value chain yang terintegrasi," katanya.

Bahkan, Jawa Timur di bawah kepemimpinannya dan Wagub Emil sebagai Ketua Pengarah dan Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) telah banyak mencetak prestasi. 

Salah satunya berbagai penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Juli lalu.

Di mana, Jawa Timur sukses meraih Juara I pada tiga kategori utama, yakni Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal; Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah; serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

“Kita harap capaian ini bisa terus meningkat, ekosistem syariah kita terus terbangun dan semakin membawa penyejahteraan untuk masyarakat,” pungkasnya. 

Sementara itu, sebagai Ketua Umum MES Jawa Timur, Wagub Emil menjelaskan pihaknya berencana memberikan fokus lebih terhadap pemberlakuan sertifikat halal. Terlebih dengan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan meskipun produk mereka sebenarnya memang sudah halal.

"Kita berharap bahwa kapabilitas Jawa Timur ini dalam meraih sertifikasi halal bisa menjadi semacam motor penggerak. Salah satu yang sudah didorong adalah Halal Industrial Park yang mudah-mudahan bisa juga mendapatkan insentif fiskal sebagai sebuah KEK. Karena Halal Industrial Park ini jadi salah satu jalan kita untuk katalisasi pemenuhan-pemenuhan sertifikasi halal," jelasnya.

Selain perhatiannya akan sertifikasi produk halal, Wagub Emil juga menyoroti dimensi keuangan syariah. Dikatakannya, masih banyak tantangan-tantangan praktis di lapangan yang diharapkannya bisa MES jawab bersama. 

"Tetapi Insya Allah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia selalu memberikan atensi besar. Termasuk Bank Jatim yang menjadi teladan dengan mengembangkan UUS-nya, Unit Usaha Syariah," jelasnya.

Tak lupa, Wagub Emil juga mengungkapkan apresiasi atas solusi dan dukungan dari semua pihak. Terlebih kepada Bank Indonesia yang berkenan untuk menjadi bagian inti dari MES.

"Semoga MES Jawa Timur bisa senantiasa memberikan kontribusi kepada MES Pusat. Mudah-mudahan, insya Allah, roda organisasi bisa tetap berjalan dengan baik, sembari kita menunggu arahan pengurus pusat berikutnya. Terima kasih," pungkasnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.