25 September 2026

Get In Touch

Kendalikan Populasi Kucing, Pemkot Malang Gelar Kastrasi Gratis Jelang World Rabies Day

Ilustrasi: Puluhan ekor kucing dikastrasi gratis oleh Dispangtan Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Puluhan ekor kucing dikastrasi gratis oleh Dispangtan Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar kastrasi gratis bagi kucing jantan sebagai upaya mengendalikan populasi kucing di wilayah setempat. Kegiatan ini digelar menjelang peringatan World Rabies Day yang jatuh pada 28 September.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan kastrasi menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mengendalikan jumlah hewan peliharaan yang dimiliki. "Pengendalian populasi terutama untuk masyarakat yang merasa hewan peliharaannya akan berkembang biak lebih banyak," ujar Anton, dikonfirmasi pada Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam memelihara hewan perlu menjadi pertimbangan. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan jumlah hewan yang dipelihara dengan kemampuan untuk merawatnya. "Kalau misalkan cuma lima, berarti harus ada populasinya. Sehingga masyarakat juga kami edukasi terkait dengan kegiatan kastrasi ini," katanya.

Dalam pelaksanaannya, layanan kali ini menyasar kucing jantan berusia di atas 6 bulan. Dengan kuota sebanyak 60 ekor. Proses kastrasi dilakukan dengan membersihkan bulu di sekitar alat kelamin sebelum testis diangkat melalui tindakan pembedahan.

Ia menyebut, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap layanan pengendalian populasi hewan masih cukup besar. Karena itu, Pemkot Malang berharap kuota kastrasi dapat ditambah pada kegiatan berikutnya.

Selain kegiatan hari ini, Dispangtan Kota Malang juga berencana bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk menggelar layanan serupa pada 6-7 Oktober mendatang. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat Kota Malang sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi kucing secara berkelanjutan.

Anton mengatakan, persoalan populasi hewan di Kota Malang saat ini lebih banyak berkaitan dengan kucing dibandingkan anjing. Karena itu, intervensi terhadap populasi kucing, termasuk kucing liar, dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama. "Harapannya populasi yang kami harapkan bisa terkendali dengan baik. Tidak ada kucing liar yang selama ini mungkin diresahkan oleh masyarakat," katanya.

Anton menambahkan, sterilisasi tidak hanya dapat dilakukan terhadap hewan jantan. Sterilisasi pada kucing betina juga diperlukan untuk membantu mengendalikan populasi, meski tindakan tersebut membutuhkan prosedur berbeda dan biaya yang relatif lebih besar karena melibatkan pengangkatan rahim.

"Kami harapkan nanti ada bantuan subsidi terkait kucing betina. Karena kalau di Kota Malang ini yang kebanyakan menjadi permasalahan bukan anjing tetapi kucing," tuturnya.

Ia berharap masyarakat maupun lingkungan sekitar dapat ikut berpartisipasi, termasuk melalui dukungan pembiayaan atau subsidi kastrasi. "Harapan kami masyarakat dan lingkungan juga berpartisipasi untuk saling menyubsidi kastrasi. Sehingga kegiatan pengendalian kucing liar bisa teratasi," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.