24 September 2026

Get In Touch

Kemenkes: Sebaran Kasus Influenza di 38 Provinsi, Jawa Timur Tertinggi

ARSIP: Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan di Dermaga Raya, Jakarta beberapa waktu lalu (bloomberg)
ARSIP: Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan di Dermaga Raya, Jakarta beberapa waktu lalu (bloomberg)

JAKARTA (Lentera) -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan adanya peningkatan proporsi spesimen positif influenza di Indonesia pada September 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, data per minggu ke-36 tahun 2026 menunjukkan proporsi spesimen positif influenza meningkat menjadi 51 persen, dibandingkan 37 persen pada minggu ke-35.

Adapun subtipe influenza yang paling dominan ditemukan saat ini adalah A(H1N1)pdm09.

Meski terjadi peningkatan deteksi, Aji memastikan bahwa tingkat aktivitas influenza di fasilitas pelayanan kesehatan secara nasional masih berada dalam kategori rendah.

"Situasi saat ini masih terkendali dan terus dipantau untuk melihat perkembangannya. Jenis subtype yang dominan ditemukan adalah A(H1N1)pdm09)," ujarnya.

Lantas, wilayah mana yang mencatat kasus penyakit serupa influenza (Influenza Like Illness/ILI) terbanyak? 

Sebaran kasus di 38 provinsi Indonesia

Aji mengatakan, berdasarkan pemantauan Kemenkes, kasus ILI terbanyak ditemukan di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Kasus terbanyak ada Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," ucapnya.

Selain berdasarkan wilayah, Kemenkes juga mencatat kelompok usia tertentu yang memiliki proporsi kasus influenza terbesar.

Kelompok balita menjadi kelompok usia dengan proporsi kasus influenza tertinggi, yakni mencapai 41,9 persen.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga minggu ke-36 tahun 2026 yang diperbarui pada 19 September 2026, berikut sebaran kasus ILI di 38 provinsi:

1.  Jawa Timur: 282.762 kasus

2.  Jawa Tengah: 177.400 kasus J

3.  Jawa Barat: 168.827 kasus

4.  Sumatera Utara: 136.202 kasus

5.  Lampung: 46.448 kasus

6.  Banten: 45.116 kasus

7.  Aceh: 34.464 kasus

8.  Sumatera Selatan: 29.607 kasus

9.  Riau: 23.238 kasus

10. Nusa Tenggara Barat: 20.789 kasus

11. Papua Selatan: 18.871 kasus

12. Nusa Tenggara Timur: 18.060 kasus

13. Sumatera Barat: 16.696 kasus

14. Papua: 14.591 kasus

15. Jakarta: 12.442 kasus

16. Sulawesi Tenggara: 8.191 kasus

17. Kalimantan Selatan: 7.942 kasus

18. Sulawesi Utara: 7.538 kasus

19. Sulawesi Selatan: 6.764 kasus

20. Kalimantan Barat: 5.704 kasus

21. Kalimantan Timur: 5.552 kasus

22. Papua Pegunungan: 5.077 kasus

23. Maluku Utara: 4.546 kasus

24. Gorontalo: 4.069 kasus

25. Bali: 4.063 kasus

26. Papua Barat Daya: 4.038 kasus

27. Kepulauan Riau: 3.560 kasus

28. Jambi: 3.164 kasus

29. Papua Barat: 2.773 kasus

30. Papua Tengah: 2.565 kasus

31. DI Yogyakarta: 2.160 kasus

32. Kalimantan Utara: 2.135 kasus

33. Sulawesi Tengah: 1.973 kasus

34. Sulawesi Barat: 1.723 kasus

35. Kalimantan Tengah: 1.300 kasus

36. Bangka Belitung: 847 kasus

37. Maluku: 739 kasus

38. Bengkulu: 562 kasus.

Upaya Kemenkes memantau influenza

Untuk memantau perkembangan influenza di Indonesia, Kemenkes melakukan sejumlah langkah, mulai dari memperkuat surveilans hingga meningkatkan pemeriksaan laboratorium.

Kemenkes memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) untuk memantau tren penyakit, karakteristik virus, serta tingkat keparahannya.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium juga diperkuat, termasuk melalui RT-PCR dan pemantauan karakteristik serta genom virus untuk mendeteksi kemungkinan perubahan pada virus.

Kemenkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan di pintu masuk negara.

Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, turut dipastikan, termasuk dalam hal skrining, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta pelaporan kasus.

"Upaya lainnya dilakukan melalui komunikasi risiko dan edukasi mengenai pencegahan penyakit, khususnya kepada kelompok rentan," jelas Aji, mengutip dari Kompas, Rabu (23/9/2026).

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi mengenai influenza melalui sumber resmi pemerintah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, cukup beristirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, Aji menyarankan untuk menggunakan masker, tetap berada di rumah, dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain guna mencegah penularan.

"Meski pada umumnya influenza bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya, tetapi bila gejala memburuk, segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.