21 September 2026

Get In Touch

Komisi I Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Houthi-Saudi

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh.

JAKARTA (Lentera) — Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta pemerintah Indonesia meningkatkan pemantauan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman dan Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi.

Menurut Oleh Soleh, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan tersebut. Pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui perwakilan diplomatik Indonesia, harus memastikan keberadaan dan kondisi WNI terus terpantau.

"Kita meminta pemerintah terus memantau keberadaan WNI di Yaman maupun Arab Saudi. Keselamatan dan keamanan warga negara harus menjadi prioritas utama, terlebih ketika situasi konflik dan perang semakin meningkat," ujar Oleh Soleh dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Oleh Soleh menyoroti keberadaan WNI di Kota Mokha, Yaman. Berdasarkan informasi Kemlu, sebelumnya terdapat 77 WNI di wilayah tersebut. Namun, tiga orang telah berhasil keluar sehingga saat ini masih terdapat 74 WNI yang berada di Mokha. Mereka disebut seluruhnya merupakan pelajar.

"Kondisi 74 WNI yang masih berada di Mokha harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah ketika situasi sudah semakin membahayakan," katanya.

Ia meminta Kemlu melalui KBRI Muscat yang memiliki wilayah kerja untuk Yaman, serta KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi, terus memperkuat komunikasi dengan para WNI dan memastikan mereka mendapatkan informasi serta perlindungan yang diperlukan. Kemlu sendiri saat ini melakukan pemantauan melalui perwakilan RI di kawasan dan mengimbau WNI mengikuti arahan keselamatan serta menggunakan hotline resmi apabila menghadapi kondisi darurat.

Menurut Oleh Soleh, pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario apabila eskalasi konflik terus meningkat. Jika berdasarkan asesmen keamanan situasi sudah tidak memungkinkan bagi WNI untuk tetap berada di wilayah tersebut, opsi evakuasi harus segera dipersiapkan dan dilaksanakan.

"Kalau situasinya semakin memanas dan membahayakan keselamatan WNI, pemerintah jangan ragu mengambil opsi evakuasi. Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi korban baru kemudian bertindak," tegasnya.

Selain perlindungan WNI, Oleh Soleh juga berharap konflik antara Houthi dan Arab Saudi segera dihentikan melalui gencatan senjata dan jalur diplomasi. Eskalasi terbaru telah meningkatkan risiko keamanan di Yaman dan kawasan sekitarnya, termasuk bagi masyarakat sipil.

Oleh Soleh mengatakan Indonesia memiliki kepentingan untuk terus mendorong penyelesaian konflik secara damai. Menurutnya, Indonesia dapat mengambil peran diplomatik dengan mendorong negara-negara lain untuk bersama-sama membangun komunikasi dan membuka ruang perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai.

"Indonesia bisa ikut menjadi bagian dari upaya perdamaian. Kita dapat mengajak negara-negara lain untuk mendorong dialog dan mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik. Politik luar negeri Indonesia harus terus diarahkan pada upaya menciptakan perdamaian dunia," paparnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.